Selasa, 7 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Dari Sedotan sampai Kulkas, Temuan Sampah di Laut Indonesia

Berbagai jenis sampah ditemui, mulai dari sterofoam, puntung rokok, sandal, pampers, dan tali rafia.

Editor:
Kompas.com/Silvita Agmasari
Tim dari Seangle, Divers Clean Action, dna KFC Indonesia kerja bakti membersihkan bagian Pantai Tanjung Karang, Sulawesi Tengah 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Sampah jadi masalah serius untuk daerah pesisir dan laut Indonesia.

Dalam luas 300 meter persegi di pesisir Pantai Tanjung Karang, Donggala, Sulawesi Tengah saja ditemukan sampah hampir enam kilogram.

"Penting untuk melakukan pengukuran luas sebelum kita memungut sampah, ini untuk mengetahui berat dan jenis sampah. Dari sana akan tampak berapa nilai ekonomi yang hilang dan juga dari mana sampah datang dan kemungkinan hanyut pada musim tertentu," kata Founder Divers Clean Action, Swietenia Puspa Lestari saat aksi pemungutan sampah oleh tim Seangle, Divers Clean Cation, dan KFC Indonesia, Sabtu (22/9/2018).

Bersama sama tim aksi pemungutan sampah melakukan pemilihan jenis sampah.

Berbagai jenis sampah ditemui, mulai dari sterofoam, puntung rokok, sandal, pampers, dan tali rafia.

Sampah yang paling banyak ditemui adalah sampah plastik kemasan, botol minuman, dan sedotan.

Swietenia menjelaskan jika jenis sampah yang ditemui juga dapat mengindikasi asal dari sampah.

Dengan kata lain banyaknya sampah plastik kemasan, botol minuman, dan sampah sedotan kebanyakan berasal dari aktivitas wisatawan di sekitar pantai.

Tim dari Seangle, Divers Clean Action, dna KFC Indonesia kerja bakti membersihkan bagian Pantai Tanjung Karang, Sulawesi Tengah.
Tim dari Seangle, Divers Clean Action, dna KFC Indonesia kerja bakti membersihkan bagian Pantai Tanjung Karang, Sulawesi Tengah. (Kompas.com/Silvita Agmasari)

"Seperti sedotan, ini dipakai mungkin hanya lima menit. Namun kemudian terbuang ke laut, menjadi makro plastik dan memengaruhi biota laut," jelas Swietania.

Sampah Bukan Cuma Soal Keindahan

Jika berlibur tidak ada salahnya untuk mulai mencari tahu, bagaimana akhir dari perjalanan sampah yang Anda hasilkan.

Bukan cuma soal mengganggu keindahan, aktivis kini ramai memerangi sampah laut di perairan Indonesia.

"Selama kami menyelam mencari sampah dari kedalama 5-18 meter, yang kami temui macam-macam sampah. Paling aneh pernah ketemu kulkas, pernah juga ketemu bathub (bak mandi). Itu kami temui di perairan Kepulauan Seribu," kata Swietania.

Menjadi wisatawan yang peduli akan wisata berkelanjutan sebenarnya tidak sulit. Bijak dalam memilah dan menggunakan barang jadi hal paling dasar.

Tim dari Seangle, Divers Clean Action, dna KFC Indonesia kerja bakti membersihkan bagian Pantai Tanjung Karang, Sulawesi Tengah.(Kompas.com/Silvita Agmasari)
Tim dari Seangle, Divers Clean Action, dna KFC Indonesia kerja bakti membersihkan bagian Pantai Tanjung Karang, Sulawesi Tengah.(Kompas.com/Silvita Agmasari) ()

"Sebelum pergi direview (ulas) apa barang yang bisa didaur ulang dan tidak bisa. Bawalah peralatan makan sendiri da botol minum jadi tidak menggunakan yang sekali pakai," kata Swietenia.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Tags
sampah
laut
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved