Selasa, 21 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Bandara Soekarno-Hatta Masuk Bandara Elite Versi Megahubs, Ternyata Ini Pencapaiannya

Bandara Internasional Soekarno-Hatta, masuk dalam tiga kategori pemeringkatan versi Megahubs International Index 2018 OAG.

Editor: Indry Panigoro
ARSIP GARUDA INDONESIA
Pesawat Boeing 737 MAX 8 telah dioperasionalkan oleh Garuda Indonesia, di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Minggu (7/1/2018). 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Bandara Internasional Soekarno-Hatta, salah satu bandara internasional di Indonesia, masuk dalam tiga kategori pemeringkatan versi Megahubs International Index 2018 OAG.

Bandara ini terletak di Tangerang, Banten dan dikelola oleh Angkasa Pura II.

Pemeringkatan OAG yang merupakan perusahan analisis perjalanan udara ini berdasarkan rasio penerbangan terjadwal paling banyak atau paling terkoneksi di dunia.

1. Peringkat 2 di Asia-Pasifik

Megahubs International Index 2018
Megahubs International Index 2018(www.oag.com)
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari www.oag.com, Bandara Internasional Soekarno-Hatta berada di peringkat kedua kategori Top International Megahubs by Region Asia-Pasific.

Pada kategori ini, Bandara Soekarno-Hatta memperoleh nilai indeks konektivitas 249.

Nilai indeks ini berjarak 4 poin dari Bandara Internasional Changi, Singapura yang menduduki posisi pertama dengan nilai indeks konektivitas 253.

Indeks tersebut dihasilkan dengan membandingkan jumlah koneksi terjadwal penerbangan internasional datang dan pergi dengan jumlah tujuan yang dilayani oleh bandara.

2. Peringkat 10 tersibuk di dunia

Top 50 International Megahubs
Top 50 International Megahubs (www.oag.com)
Bandara Soekarno-Hatta menduduki peringkat ke-10 sebagai bandara tersibuk di dunia versi OAG dengan nilai konektivitas 249.

Bandara Soekarno-Hatta berada satu peringkat di bawah Bandara Charles De Gaulle, Paris, Perancis, di mana nilai indeks konektivitasnya sebesar 250.

Peringkat pertama diduduki oleh Bandara Heathrow, London, Inggris dengan nilai indeks konektivitas 333.

Kemudian Bandara O'hare International, Chicago, Amerika Serikat (nilai indeks konektivitas 306); Bandara Frankfurt, Jerman (nilai indeks konektivitas 302); Bandara Schipol Amsterdam, Belanda (nilai indeks konektivitas 286).

Lalu di peringkat kelima adalah Bandara Toronto Pearson, Kanada dengan nilai indeks konektivitas 271; disusul Bandara LAX, Los Angeles, Amerika Serikat (nilai indeks konektivitas 257); Bandara Hartsfield-Jackson, Atlanta, Amerika Serikat (nilai indeks konektivitas 256); Bandara Intenasional Changi, Singapura (nilai indeks konektivitas 253).

3. Peringkat 2 kategori low-cost

Top 25 Low-Cost International Megahubs
Top 25 Low-Cost International Megahubs(www.oag.com)
Bandara Internasional Soekarno-Hatta menduduki peringkat kedua untuk maskapai penerbangan dengan biaya rendah (low cost) dengan nilai indeks konektivitas 92.

Posisi pertama kategori ini ditempati oleh Bandara Internasional Kuala Lumpur, Malaysia dengan indeks konektivitas 135.

Bandara Internasional Manila-Ninoy Aquino, Filiphina menempati posisi ketiga dengan nilai indeks konektivitas  91.

Disusul oleh Bandara Internasional Changi, Singapura (nilai indeks konektivitas 82), Bandara Don Mueang, Thailand (nilai indeks konektivitas 80).

Tanggapan Angkasa Pura II

Berdasarkan keterangan tertulis yang diterima Kompas.com dari Vice President Corporate Communication Angkasa Pura II, Yado Yarismano, Bandara Internasional Soekarno-Hatta merupakan bandara tersibuk di Indonesia dengan jumlah pergerakan pada 2017 mencapai lebih dari 63 juta penumpang per tahun.

Pada 2017, Bandara Soekarno-Hatta berada di posisi ke-17 bandara tersibuk di dunia. Sementara di tahun ini, estimasi penumpang akan mencapai 68 juta.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved