Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kisah Haru Driver Ojek Online Bermotor Hello Kitty yang Sempat Diolok, Alasannya Karena Ini

Ketut Bunny driver ojek online bermotor Hello Kitty yang memiliki cerita unik, sempat diolok dan berikan alasan ini

Editor:
Kolase Tribun Manado
Ketut Bunny driver ojek online bermotor Hello Kitty yang memiliki cerita unik, sempat diolok dan berikan alasan ini 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kasih orangtua memang tak bisa dianggap remeh lagi. Mulai perjuangan sebelum anak-anaknya lahir, hingga anak-anaknya telah beranjak dewasa.

Mereka akan terus berkorban demi kebahagiaan dan untuk memenuhi kebutuhan anak-anaknya.

Contohnya lelaki yang bernama Ketut Bunny (37). Lelaki yang mencari nafkah di Solo.

Lelaki ini jadi perhatian sebagian besar masyarakat Solo. Ia bekerja sebagai seorang driver ojek online di Solo dan kerap melalang-buana di penjuru kota.

Bagaimana tidak? Tak seperti rekan-rekannya, Bunny memiliki tampilan yang luar biasa unik sehingga membuatnya gampang dikenali.

Dengan bangga ia mengendarai motor sport Vixion yang keseluruhannya telah dimodifikasi berwarna pink bermandikan pernak-pernik Hello Kitty.

Tak ada yang tersisa, mulai dari spion, body, helm, kaos yang dikenakan, bahkan botol minum pun berwarna pink berhiaskan Hello Kitty.

 Rasa malu bergaya serba pink sempat dirasakan Ketut Bunny

Intisari-Online.com
Rasa malu bergaya serba pink sempat dirasakan Ketut Bunny
 

Kerap dipanggil sebagai 'bapak kitty' atau 'om pinky. Empat tahun yang lalu, pada awal bulan pertama mulai memakai motor pink, langkah pria ini tak lepas dari cemoohan warga sekitar.

Hal itu pun menimbulkan rasa malu yang menjalar, ditambah penampakannya di jalanan Bali kala itu sempat mengundang tawa pengendara motor lainnya.

"Cemoohan itu banyak sekali, tapi saya lebih mentingin anak saya," ujar Bunny saat berkisah tentang omongan warga sekitar.

Ada alasan kuat di balik totalitas Bunny mengekspresikan diri sebagai ayah Hello Kitty pink.

Karena rasa sayang ayah kepada gadis kecilnya lah yang mendorong pria berumur 37 ini mendobrak stereotipe budaya yang ada.

Tak pernah terbayangkan, dalam seumur hidup sebelumnya, Bunny dan sang istri, Yunita Prasanti Bestari, tidak pernah menyukai warna pink sama sekali.

Barulah pada 2014, ketika Number One Wali Arazi, putri pertama pasangan Jawa-Bali yang saat itu berusia 4 tahun, mulai memiliki permintaan 'menyebalkan.'

Permintaan yang tak butuh waktu lama dapat meluluhkan hati kedua orang tuanya hingga berubah menjadi keluarga pink seperti sekarang.

Kediaman <a href='https://manado.tribunnews.com/tag/ketut-bunny' title='Ketut Bunny'>Ketut Bunny</a> 

Ketut Bunny
Kediaman Ketut Bunny

Bahkan kini, jika Anda mengunjungi rumah Bunny di Karanganyar, Solo, Anda akan melihat dekorasinya yang penuh Hello Kitty dan tentu saja berwarna pink.

Hal sepele seperti peralatan dapur pun jika bisa juga harus serba pink.

Kediaman <a href='https://manado.tribunnews.com/tag/ketut-bunny' title='Ketut Bunny'>Ketut Bunny</a> 

Ketut Bunny
Kediaman Ketut Bunny
 

Bukan dari kedua orang tua, usut punya usut kegemaran putri kecil mereka akan warna pink itu ditularkan dari kebiasaan neneknya yang sering membelikan baju berwarna pink.

Bunny sendiri semula dicitrakan angker dan sangar karena  ketergabungannya dalam klub motor di Bali sejak 2008.

Namun dalam kedipan mata, citra itu segera berubah.

Untuk memenuhi keinginan sang buah hati, perburuan aksesoris Hello Kitty pink mulai dilakukan dan membutuhkan waktu bertahun-tahun dengan susah payah hingga terbentuk diri seperti sekarang.

Setelah dua tahun hanya seorang diri menjadi pengendara Hello Kitty pink, keunikan Bunny ini mulai diketahui publik.

Hal itu juga tak lain karena atmosfer brotherhood yang kental dari sesama anggota klub motor.

Terlebih ketika sang istri pindah ke Solo, sementara Bunny masih di Bali.

Keadaan itu membuatnya kerap melakukan perjalanan Bali-Solo dengan motor pinky kesayangan.

Kejadian lucu di jalanan pun kerap dialami Bunny. Mulai dari dicegat tiga polwan hingga disalip dan diberhentikan mobil di tengah jalan dengan tujuan meminta foto bareng.

"Menurut saya pribadi, ini malah menebar kebaikan," ucap Bunny karena membuat orang lain di jalanan antusias dan bergembira dengan penampilannya.

 Kitty Rider Indonesia pun mulai terbentuk

Ketut Bunny
Kitty Rider Indonesia pun mulai terbentuk
 

Pada tahun kedua itu pula, salah seorang kawan club motor dari Kalimantan yang tengah riding ke Bali memutuskan untuk mengikuti langkah Bunny dengan memodif motornya sedemikian rupa.

Selang beberapa waktu, saat Bunny menghadiri sebuah acara di Madiun, juga diketahui ada seorang istri yang meminta suaminya untuk meniru gaya Bunny dengan berkata kepada suaminya:

"Motormu harus mirip dengan motor om itu."

Tanpa disanga-sangka seiring berjalannya waktu, berawal dari keinginan keras putri tercinta, perlahan-lahan Bunny mulai merangkul pecinta motor yang awalnya jaim (jaga image) untuk berolah ekspresi dengan Hello Kitty pink.

Dari situ, sekitar tahun 2016 mulai terbentuklah sebuah komunitas bernamaKitty Rider Indonesia, sebuah forum yang tersebar di banyak kota-kota besar Indonesia.

Jumlah anggotanya sendiri sekarang telah mencapai angka 250 orang.

Menjadi komunitas motor pertama di Indonesia yang terbentuk berdasarkan pada warna dan jauh dari kesan menyeramkan, Kitty Rider pun juga terlibat aksi sosial terkait bencana di Lombok bulan Juli 2018 lalu.

Bagi anggotanya yang sebagian besar terdiri dari kalangan pria ini, ada berbagai motivasi melatar belakangi mereka untuk menjadi Kitty Rider.

Ada yang murni menyukai warna pink, ada yang dikarenakan permintaan pacar, istri, atau sama seperti Bunny, yakni permintaan dari anak.

 Pertemuan Kitty Rider di Solo (2018) anggotanya memiliki latar belakang yang beragam

Ketut Bunny
Pertemuan Kitty Rider di Solo (2018) anggotanya memiliki latar belakang yang beragam

Tak perlu dipertanyakan lagi, rasa sayang Bunny yang begitu besar kepada putrinya mampu menekan gengsi dan dan mengubahnya menjadi kebanggan untuk menjadi ayah seperti sekarang.

Dalam melakukan pekerjaan kesehariannya, tak jarang pula penumpang yang meminta foto karena keunikan ojek pink ini.

Bahkan sosoknya sebagai ojek pink sempat dua kali muncul dan meramaikan akun Instagram cerita seputar Ojek Online.

Selain dengan cara ini, rasa sayang Bunny dan istri kepada anak juga tercermin dari pemberian nama yang unik.

Sepakat untuk tidak menggunakan nama berbau adat Jawa dan Bali, putri pertama mereka pun diberi nama Number One Wali Arazi.

Yakni memilih sentuhan internasional dengan selipan doa untuk menjadi yang utama atau Number One.

Berjarak empat tahun dengan Number One, putri kedua mereka pun memiliki nama yang tak kalah unik, De One Wali Barmawi dengan sentuhan Spanyol serta selipan doa yang sama.

Meski begitu, ayah Hello Kitty pink ini masih ingin mempertahankan tradisi Bali yang bercirikan kepemilikan akan anak tengah.

Untuk alasan ini, De One Wali Barmawi sebenarnya masih mengandung unsur nama anak tengah dalam budaya Bali yang diwujudkan dengan awalan De dari Kade/Kadek atau Nengah.

Bagaimanapun juga, keberanian Ketut Bunny dan kemudian keberadaan Kitty Rider dengan lambang Hello Kitty telah menjadi semacam pendobrak gagasan lawas yang mencirikan pink sebagai citra feminitas perempuan.

"Cemoohan itu banyak sekali... namun selama saya tidak merugikan masyarakat, kenapa tidak?" tegasnya.

Sumber: Grid.ID
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved