Sabtu, 18 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Jangan Anggap Negatif, Tawon Juga Berperan Penting untuk Lingkungan

Tapi siapa sangka, tawon yang lebih sering mendapat predikat negatif rupanya juga memiliki peran penting, sama seperti lebah.

Editor:
Ilustrasi 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Saat berjumpa dengan tawon, orang cenderung mengusir atau membunuhnya. Mungkin banyak juga yang beranggapan bahwa tawon tak memiliki manfaat, berbeda dengan lebah.

Tapi siapa sangka, tawon yang lebih sering mendapat predikat negatif rupanya juga memiliki peran penting, sama seperti lebah.

Tawon juga terlibat dalam penyerbukan, sebuah peran yang cenderung diabaikan. Meskipun mereka tidak menyerbuki dengan tingkat yang sama dengan lebah, namun mereka dapat bertindak sebagai cadangan yang baik di habitat yang tidak ada lebah.

Adam Hart, seorang entomolog dari University of Gloucestershire mengatakan, tawon juga berperan besar dalam ekologi karena mereka adalah predator.

"Jadi mereka pengendali hawa alami. Mereka memangsa hama serangga yang makan tanaman," kata Hart dilansir Newsweek, Selasa (18/9/2018).

Menjadi predator, artinya tawon dapat meningkatkan keanekaragaman hayati.

Persepsi Publik

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Ecological Entomology, mencoba untuk menjawab bagaimana sebenarnya persepsi publik terhadap lebah dan tawon.

"Meskipun ada konsensus umum bahwa orang membenci tawon, kami tidak memiliki bukti ilmiah mengenai ini dan alasannya. Jadi kami membuat survey melalui media sosial untuk mencari tahu," kata Seirian Sumner, peneliti dari Centre for Biodiversity and Environment Research University Colloge London (UCL) yang melakukan studi ini.

Peneliti melakukan survei kepada 748 masyarakat dari 46 negara.

Hasil survei jelas, publik memang membenci tawon. Kata-kata yang digunakan untuk menggambarkan tawon bersifat negatif dan emosi.

Misalnya menjengkelkan, nyeri, atau berbahaya.

Sementara kata-kata yang digunakan untuk menggambarkan lebah bersifat positif dan fungsional. Misalnya penyerbukan, bunga, atau madu.

Lebih jauh lagi, mereka menemukan bahwa orang pada umumnya tidak menyadari benefit dari tawon. Jadi bisa dikatakan pemahaman yang kurang mengenai peran tawon menjadi penyebab mereka dibenci, ditambah lagi interaksi dengan mahluk ini cenderung tidak menyenangkan, terutama ketika kemping.

"Manusia membenci tawon selama ribuan tahun, Aristoteles bahkan menggambarkan tawon sebagai hal yang negatif. Tawon juga dipandang sebagai hukuman dari Tuhan," tutur Sumner.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved