Minggu, 3 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

4 Pertempuran Ini Tentara Rusia Pernah Benar-benar Hancur

Rusia juga ternyata harus melalui beberapa kekalahan perang dalam sejarahnya.

Tayang:
Editor: Aldi Ponge
Sniper Rusia 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Rusia juga ternyata harus melalui beberapa kekalahan perang dalam sejarahnya.

Kekalahan-kekalahan yang juga memakan banyak korban jiwa.

Dilansir dari Rbth.com, berikut 4 pertempuran yang benar-benar menghancurkan tentara Rusia:

Baca: Terungkap Keberadaan Presiden Soekarno Saat Peristiwa G30S PKI

1. Pertempuran Sungai Kalka (1223)

Hanya 14 tahun sebelum invasi Mongol yang dahsyat (1237-1240), orang-orang Rusia memiliki kesempatan untuk berkenalan dengan para prajurit stepa yang kuat.

Pada 1223, 30.000 tentara Mongol yang kuat menginvasi tanah Cumans nomaden, tetangga selatan Rusia.

Orang-orang Cumans meminta bantuan, yang disetujui oleh beberapa pangeran Rusia.

Tentara gabungan Rusia-Cuman yang berjumlah 40.000 orang bertemu dengan orang-orang Mongol di tepi Sungai Kalka di wilayah yang sekarang disebut Donetsk.

Rusia
Rusia ()

Pertempuran berujung malapetaka.

Pasukan dari kerajaan Rusia tidak bisa mengoordinasikan diri mereka sendiri, begitu juga dengan Cumans.

Para pangeran Rusia yang tidak melarikan diri ditangkap dan dibuang di sebuah selokan dangkal dan kemudian ditutup dengan lantai kayu di mana para pemenang menyelenggarakan sebuah pesta.

Selama Pertempuran Sungai Kalka, orang-orang Mongol menguji kemampuan tempur Rusia dan mereka gagal dalam ujian ini.

Baca: Pierre Tendean Jadi Korban G30S PKI, Kakak dan Adiknya: Seandainya Pierre Masih Hidup

2. Pertempuran Narva (1700)

Dalam pertempuran ini, tentara Rusia tidak bisa mengusir serangan Swedia yang terorganisasi dengan baik.

Kekacauan menyebabkan kekalahan besar-besaran, serta penyerahan perwira dan hilangnya hampir keseluruhan artileri.

Hanya resimen gaya barat Rusia yang mundur tetapi terus bertarung.

Penguasa Swedia dan Rusia mencapai kesimpulan berbeda setelah kekalahan di Narva.

Peter mendorong maju dengan modernisasi militer.

Charles XII, bagaimanapun, yakin bahwa Rusia tidak lagi menjadi ancaman yang serius, dan kesalahan ini sangat merugikannya sembilan tahun kemudian di Poltava.

Baca: 4 Kesalahan dalam Film G30S PKI Produksi Orde Baru, Gerwani Ternyata Begini Kelakuannya

3. Pertempuran Austerlitz (1805)

Pertempuran ini juga dikenal sebagai Pertempuran Tiga Kaisar: Napoleon, Alexander I dan Francis II.

Dengan 65.000 pasukan, kaisar Prancis mengalahkan tentara Russo-Austria yang terdiri hampir 84.000 orang.

Sekutu kehilangan lebih dari 27.000 pria, sementara kerugian Prancis adalah 9.000.

Menghadapi kemungkinan penangkapan, kaisar Rusia dan Austria melarikan diri dari medan perang.

Kekalahan di Austerlitz mengejutkan masyarakat Rusia, yang menganggap tentaranya tidak terkalahkan.

4. Pertempuran Pertama Kiev (1941)

1941 adalah tahun yang mengerikan bagi tentara Soviet, kalah dalam pertempuran demi pertempuran, dan menderita banyak korban.

Salah satu bencana tersebut adalah Pertempuran Pertama Kiev, pengepungan terbesar dalam sejarah.

Pada bulan Juli, serangan pertama di ibukota Soviet Ukraina berhasil ditolak berkat pertahanan Soviet yang terorganisasi dengan baik.

Namun, pada akhir Agustus, situasinya berubah secara dramatis.

Alih-alih menyerang Moskow, Hitler tiba-tiba memerintahkan pemogokan besar di Kiev.

Penangkapan kota itu direncanakan untuk membuka jalan bagi deposit batu bara dan bahan makanan dari tanah Ukraina yang subur.

Beberapa unit militer Jerman diturunkan dari Front Moskow.

Pada akhir Agustus-September, pasukan Jerman yang diperkuat melakukan serangan yang kuat di Kiev, menghancurkan pertahanan Soviet, meski ada perlawanan sengit.

Pasukan Soviet diperintahkan untuk tidak menyerahkan kota dan dikepung dalam bencana terbesar dalam sejarah.

Lebih dari 700.000 tentara tewas, hilang, terluka dan tertangkap.

Kekalahan di Kiev adalah bencana bagi Uni Soviet.

Front Barat Daya hampir seluruhnya hilang. Bahkan, tidak hanya Kiev, tetapi seluruh Ukraina hilang.

Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved