8 Cara Hindari Kram Ketika Lari
Kram otot kaki menjadi problem yang kerap dialami oleh para pelari. Titik kram bisa bermacam-macam. Bisa di bagian perut, betis, atau kaki.
Apakah kamu berkompetisi dalam ajang lari maraton atau hanya jogging? Kram otot kaki menjadi problem yang kerap dialami oleh para pelari.
Titik "serangan" kram bisa bermacam-macam. Bisa di bagian perut, betis, atau kaki.
Pada akhirnya, aktivitas lari pun menjadi terganggu.
Para pakar memiliki sejumlah rekomendasi yang perlu dilakukan agar terhindar dari kram ketika berlari.
Baca: Tahukah Kamu Apa Beda Stres dan Depresi?
Jika kamu salah satu yang sering mengalami kram, mungkin kamu bisa mencoba tips berikut.
1. Tetap terhidrasi
Minum banyak air sepanjang hari membawa banyak manfaat bagi tubuh.
Sebuah penelitian berbasis survei pada Journal of Sports Rehabilitation menemukan, kebanyakan responden mengalami dehidrasi ketika menderita kram otot.
Studi tersebut menemukan, konsumsi air kemudian bisa sukses mengobati dan mencegah kram yang mendera.
2. Konsumsi elektrolit
Jika kamu berencana mengikuti aktivitas atletik, termasuk lari, kamu harus memastikan memasukkan unsur elektrolit ke dalam menu makananmu.
Elektrolit adalah ion-ion dalam tubuh yang mampu menghantarkan arus listrik dan penting untuk melancarkan fungsi tubuh dalam banyak hal, termasuk performa atletik.
Ketika tubuh tidak mendapat cukup elektrolit, maka otot akan melemah dan terjadi kontraksi serta kram otot. Demikian dikutip dari laman Medical Daily News.
Baca: Banyak Dicari di LinkedIn, Inilah 5 Pekerjaan yang Sedang Populer
Elektrolit utama tubuh termasuk potasium, sodium, klorida, kalsium, dan magnesium.
Konsumsilah makanan yang kaya akan nutrisi tersebut, seperti pisang, acar, kale, dan yoghurt maka kamu akan memeroleh keseimbangan elektrolit.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/ilustrasi-lari3_20180309_114354.jpg)