Kamis, 21 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kenali 13 Ciri Psikopat, Mulai Hobi Bohong sampai Sifat Impulsif

Ciri-ciri psikopat tidak hanya seperti apa yang dicitrakan pada film. Ada beberapa sikap yang perlu kita waspadai

Tayang:
Editor: Aldi Ponge
Net
Ilustrasi psikopat 

Tidak seperti para pembohong patologis yang berbohong tanpa motivasi dan kadang tak butuh alasan, pola berbohong para psikopat memiliki tujuan.

Mereka cenderung menipu atau memanipulasi demi tujuan tertentu.

"Misalnya menipu orang lain agar masuk ke perangkap mereka atau mencapai hubungan emosi tertentu" kata Schug.

Hal ini bisa digunakan mereka untuk mendapatkan promosi di tempat kerja, membangun hubungan, atau mengontrol pasangannya.

Baca: 5 Gadis Cantik Ini Dulu Foto Selfienya Viral Sebelum Ada Kamera Jahat

4. Kurang realistis

Banyak dari para psikopat lebih memilih hidup pada momentum tertentu, ketimbang melakukan perencanaan masa depan. Meskipun rencna yang mereka miliki sering kali tidak realistis untuk terjadi di masa depan.

Mereka cenderung tidak mampu memahami kehidupan nyata mereka.

Schug menjelaskan, jika kita bicara dengan para psikopat di penjara, misalnya, mungkin saja mereka mengatakan bercita-cita jadi astronot, ninja atau agen FBI.

"Target mereka seringkali jauh dari situasi saat itu," ujarnya.

5. Merasa unggul

Seorang psikopat cenderung menilai dirinya lebih baik dari orang di sekitarnya, itulah mengapa seringkali mereka tak peduli dengan dampak buruk yang terjadi dari aksi mereka.

Randall Salekin menjelaskan, dalam konteks pekerjaan, bisa jadi ia tak peduli dengan tim dan menolak saran orang lain hingga saran tersebut terbukti mampu menolong dirinya.

Baca: Kisah 80 Anggota Paskhas Siap Genggam Granat saat Pangkoopsau Ditodong Senjata Pasukan Interfet

6. Empati yang hilang-timbul

Seorang psikopat tidak peduli dengan dampak dirinya terhadap orang lain, apakah dari segi finansial, sosial, atau pribadi. Hal itu diakibatkan ketidakmampuan mereka merasakan emosi bahkan bagi dirinya sendiri.

Namun, sebuah studi pada tahun 2013 mempelajari aktivitas otak berbagai kekerasan para psikopat dan menemukan ada area pada otak mereka yang diasosiasikan dengan berbagi penderitaan dengan orang lain.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved