Gerindra Sulut Sebut Demokrat 2 Kaki Itu Biasa, Kader Gerindra Merasa Dizalimi
Partai Gerindra Sulawesi Utara (Sulut) tak ambil pusing dengan sikap mendua partai Demokrat.
Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Alexander Pattyranie
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Partai Gerindra Sulawesi Utara (Sulut) tak ambil pusing dengan sikap mendua partai Demokrat.
Diketahui, Partai Demokrat Sulut diberi kebebasan oleh DPP Partai Demokrat untuk memilih Jokowi dalam Pilpres 2019.
"Terserah mereka, kami tak ambil pusing, " kata Bendahara Partai Gerindra Sulut Juddy Moniaga kepada TribunManado.co.id, Selasa (10/09/2018) di sebuah rumah makan di kawasan Samrat.
Menurut Moniaga, hengkangnya Demokrat tidak berpengaruh signifikan pada kubu Prabowo di Sulut.
Sebutnya, partai Gerindra terus melakukan konsolidasi dan sejauh ini strategi pemenangan berjalan lancar.
"Tidak ada pengaruhnya sama sekali, " kata dia.
Alvin Ruata, Wakil Sekretaris partai Gerindra Sulut menambahkan, pihaknya tak kaget dengan sikap dua kaki partai Demokrat.
Sebut Alvin, dalam edisi pilcaleg sebelumnya, partai besutan SBY itu juga menampilkan gaya berpolitik yang sama.
"Jadi itu sama sekali bukan hal yang baru, pernah terjadi dan terbukti tidak mendampak apa apa, " kata dia.
Malah, kata dia, partai Demokrat sering kena batunya akibat politik gaya dua kaki tersebut.
"Boleh boleh saja tapi tanggung sendiri konsekuensinya, " kata dia.
Dikatakan Alvin, Demokrat pergi tapi makin banyak warga yang datang ke sekretariat DPD gerindra Sulut untuk memberi dukungan terhadap Prabowo.
"Dari mahasiswa, kaum milenial hingga emak-emak datang ke sini beri dukungan pada Prabowo, " ujar dia.
Alvin membeber, untuk tim pemenangan sudah pasti tidak akan melibatkan dari demokrat.
Untuk pembentukkannya, pihaknya menanti arahan dari pusat untuk komposisi dan ketua.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/juddy-moniaga_20180910_154012.jpg)