Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Bus Lemhanas Terguling Delapan Kali: Sopir Teriak Rem Blong

Selain bus pariwisata yang membawa sekitar 30 karyawan PT Catur Putra Group ada bus milik Lemhanas yang juga terjun

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
YOUTUBE
Terkait Kecelakaan Bus di Sukabumi, RSUD Pelabuhanratu Nyatakan 14 Meninggal 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Selain bus pariwisata yang membawa sekitar 30 karyawan PT Catur Putra Group ada bus milik Lemhanas yang juga terjun ke dalam jurang. Satu orang meninggal akibat kecelakaan tersebut.

Seorang korban menceritakan detik-detik bus Lemhanas 1010-00 terperosok ke dalam jurang 50 meter di Tanjakan Cisarakan, Desa Buniwangi, Palabuhanratu, Sukabumi, Jawa Barat. Arsyad (49) korban selamat dalam kecelakaan yang terjadi pada Jumat (7/9) sekira Pukul 23.00 WIB tersebut menceritakan detik-detik kejadian.

Menurut dia kondisi perjalanan yang mereka lewati menuju Geopark Ciletuh Pelabuhanratu terbilang gelap dan berbahaya. Banyak tikungan curam dan berbahaya yang membuat para penumpang ketakutan.

"Jalan di sana tikungannya tajam dan curam sekali. Ditambah kondisi jalan basah karena hujan dan aksesnya sempit sehingga memang mengerikan," ujar Arsyad.

Arsyad menceritakan penumpang tegang, lalu histeris sewaktu bus mendadak berjalan dan kecepatannya tinggi saat menyusuri jalan menurun. Sopir lalu bertariak remnya blong.

"Kita itu pada teriak 'Pak sopir rem pak, rem'. Saat itu sopir sempat teriak remnya itu blong," kata Arsyad yang mengalami luka memar di wajah dan kakinya.

Dalam kondisi rem blong, sopir berusaha membanting setir bus ke kanan untuk menabrakkan ke tebing dengan tujuan agar berhenti. Kondisi jalanan yang curam, sampai saat melintas di tikungan maut, bus tak kun?jung berhenti dan terpelanting hingga akhirnya terseret dan terjun ke jurang.

"Saya ingat, ada sebanyak delapan kali bus itu terguling ke bawah jurang, saat itu saya duduk di kursi nomor dua dari depan dan terus meluk kursi penumpang," kata Arsyad.

Arsyad bersama rombongan guru berjumlah sekira 20 orang berniat mengikuti Diklat di Geopark Ciletuh Pelabuhanratu, Sukabumi, Jawa Barat.

Nahas, bus yang ia tumpangi terperosok ke dalam jurang di Tanjakan Cisarakan, Jalan Raya Cibadak-Cikidang-Palabuhanratu, Buniwangi, Palabuhanratu. Dalam kecelakaan itu, satu penumpang bus yakni Syaiful Bahri (37) tewas di lokasi.

Patah Tulang

Susiana (47) masih dirawat intensif di Rumah Sakit Sumber Waras, Grogol Petamburan, Jakarta Barat. Ia satu di antara korban selamat setelah bus yang ditumpanginya terperosok ke dalam jurang di Tanjakan Cisarakan, Desa Buniwangi, Palabuhanratu, Sukabumi, Jawa Barat.

Rini, anggota keluarga mengatakan Susiana merupakan guru sekolah dasar di Kembangan, Jakarta Barat. Korban telah berada di Rumah Sakit Sumber Waras sejak Sabtu (8/9).

"Ibu Susiana sewaktu diambil dari RSUD Palabuhanratu kemarin sore langsung dibawa ke Rumah Sakit Sumber Waras," kata Rini ditemui di rumah Susiana di Jalan Jelambar Utara C RT 05/06, Grogol Petamburan, Jakarta Barat.

Susiana mengalami patah tulang belakang akibat bus Lemhanas bernomor polisi 1010-00 yang ditumpanginya terperosok ke jurang sedalam sekira 50 meter. "Ibu patah tulang, entah tulang iga atau tulang belakangnya yang patah. Jadi dia hanya bisa duduk senderan saja enggak bisa tiduran," kata Rini menceritakan kondisi Susiana.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved