Sergey Aleshkov, Prajurit Termuda Perang Dunia II, Diberi Pistol P38 Walther
ada Sergey Aleshkov, seorang anak Soviet yang menjadi prajurit termuda dalam Pertempuran Stalingrad.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Perang Dunia Kedua merenggut nyawa 13 juta anak-anak.
Beberapa dari mereka disiksa di kamp-kamp konsentrasi, beberapa tidak dapat lolos dari siksaan kamp, dan beberapa lainnya dipaksa mengambil bagian dalam peperangan.
Dalam hal peperangan sendiri, ada Sergey Aleshkov, seorang anak Soviet yang menjadi prajurit termuda dalam Pertempuran Stalingrad.
Hal itu sekaligus menjadikannya prajurit termuda dari Perang Dunia II.
Baca: 51 Nama Anak Ini Terlarang di Arab Saudi, 6 Populer di Indonesia
Dokumen tentang kelahiran Sergey Aleshkov tidak diketahui, namun perkiraan kelahirannya sekitar tahun 1934 atau 1936 di desa Gryn, Kaluga.
Setelah pecahnya Perang Dunia II, desa ini menjadi basis untuk penyebaran partisan.
Pada musim panas 1942, pasukan Jerman tiba-tiba tiba di Gryn dan mulai membunuh para partisan.
Kakak laki-laki Sergey yang baerusia 10 tahun pun digantung dan ibunya ditembak.
Berkat tetangga, Sergey melarikan diri melalui jendela dan berlari ke hutan.
Dia mengembara sampai Agustus 1942 ketika pengintai Kozelsky dan Soviet menemukannya.
Sergey yang ditemukan dalam keadaan buruk itu pun segera diberi bantuan medis dan dijahitkan seragam militer yang cocok.
Baca: 7 Tempat Ini Bak di Negeri Dongeng, tapi Benar-benar Nyata
Mayor Mikhail Vorobiev pun mengadopsinya.
Dalam percakapan dengan ayah barunya, Sergey mengatakan bahwa dia ingin melihat perawat yang baik, Nina Bedova, dalam peran ibunya.
Menurut versi utama dari cerita, mereka menjadi keluarga resmi setelah Pertempuran Stalingrad.
Sergey menganggap dirinya sebagai asisten Mayor.
Baca: Deretan Mata Uang Rupiah Zaman Dulu, Ada yang Belum Pernah Anda Lihat Sebelumnya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/prajurit_20180909_092558.jpg)