Toko Emas Sepi: Luhut Minta Publik Jangan Panik
Sebuah gerai perhiasan bernama Singgalang HS Jewellery di Mall Pondok Indah II, Jakarta Selatan, Singgalang HS, tampak sepi.
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Sebuah gerai perhiasan bernama Singgalang HS Jewellery di Mall Pondok Indah II, Jakarta Selatan, Singgalang HS, tampak sepi. Sekira pukul 15.00 WIB hanya tampak seorang pengunjung perempuan yang tengah berbincang dengan penjaga toko perhiasan itu.
Seorang karyawan toko perhiasan Singgalang HS, Jo, mengungkapkan dalam sepekan terakhir penjualannya menurun 25% karena melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS.
Jo yang membuka toko perhiasan di tempat itu sejak tiga tahun lalu mengatakan, jumlah penurunan penjualan itu adalah yang terbesar sepanjang tahun 2018.
"Sejak awal tahun 2018 ini yang paling banyak," kata Jo.
Harga perhiasan emas yang ia jual pun naik sekira 5% semenjak rupiah melemah sepekan terakhir. "Kalau emas naiknya pelan-pelan. Ya mudah-mudahan dollar cepat stabil lagi," kata Jo.
Meski ia juga menjual emas batangan, namun menurutnya perhiasan emas lebih banyak dicari pembeli dibandingkan emas batangan. "Lebih banyak perhiasan ya,"ujar Jo.
Terpisah, jelang Kamis (6/9) siang, lalu lalang orang tampak terlihat di gerai penukaran mata uang asing (Money Changer) di kawasan Sabang, Jakarta Pusat. Beberapa diantaranya mengaku akan melakukan penukaran uang Dollar Amerika Serikat ke Rupiah.
Andi Hendrawan contohnya, seorang karyawan yang berkantor di Jalan Thamrin, mengatakan kepada Tribun, ingin menukarkan dollar yang disimpannya dalam dompet untuk ditukarkan ke rupiah.
"Iya nih lumayan lah 100 USD. He-he-he," ucapnya sembari tersenyum.
Dia mengaku mendapat hasutan dari rekannya yang sudah menukarkan uang sebelumnya. Menurut temannya, harga dollar sedang tinggi, maka kesempatan menukar uang harus dilakukan segera, sebelum harganya kembali turun.
"Teman sih, kemarin bilang ke saya. Mumpung lagi tinggi nih. Jadi tuker sekarang saja. Besok-besok kalau rendah lagi, beda lagi nanti harganya," kata dia.
Andi tersenyum usai transaksi dengan staf penukaran. Uang dollar yang ditukarkannya bukanlah hasil pembelian sebelumnya. Melainkan pemberian dari kerabatnya ketika berkunjung ke Amerika Serikat awal tahun ini.
Dollar saat ia menukar, masih di angka Rp 14.904. "Lumayan lah dapat satu setengah juta kurang dikit," jelasnya.
Di gerai lain, seorang penjaga mengaku penukaran uang tidak terlalu signifikan. Transaksi paling tinggi, hanya ada seseorang yang membawa 1500USD. Itu pun pada Rabu (5/9) sore kemarin.
Sementara transaksi lainnya dari mata uang Real ke Rupiah atau Dollar Australia ke Rupiah karena kebanyakan dari yang menukar adalah ekspatriat yang sedang berlibur ke Jakarta.
"Kalau di daerah sini yang tukar dollar Amerika jarang sih. Kebanyakan Australia sama Arab. Jadi penukaran enggak terlalu signifikan sih. Biasa saja," kata Eka. Sementara itu, pada penutupan Kamis (6/9), Rupiah menguat di angka RP 14.892 per dollar Amerika Serikat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/dollar-as_20171109_005746.jpg)