Rabu, 22 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Suster Immaculle Palit, Mantan Kepala Sekolah Rex Mundi Akan Dimakamkan Besok

Jenazah mantan Kepala Sekolah Rex Mundi, Suster Immaculle Palit JMJ rencananya akan dimakamkan Hari Rabu (5/9/2018) besok

Penulis: | Editor:
Ist
SMA Rex Mundi 

Laporan Wartawan Tribun Manado David Manewus

TRIBUNMANADO.CO.ID, AIRMADIDI - Jenazah Suster Immaculle Palit JMJ (80 tahun), mantan kepala sekolah  SMA Rex Mundi akan dimakamkan Hari Rabu (5/9/2018).

Ia meninggal di Rumah Sakit Hermana Lembean pukul 19.00, Minggu (2/9/2018) Wita

"Jenasah sudah dilepaskan Senin (3/9/2018) di kapel biara Hermana Lembean Jenazah dan dihantar ke kapel biara Gunung Maria Tomohon," kata Ais, Orang Muda Katolik Lembean.

Tribun sempat mewawancarai Suster Immaculle saat SMA Katolik Rex Mundi sudah merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-60, 15 Agustus 2017. 

Suster Immaculee Palit, JMJ (kepala sekolah 1972-1980), kepala sekolah keempat yang menyusul tiga kepala sekolah sebelumnya yang sudah meninggal.

Ia merupakan siswa Sekolah Guru Atas (SGA) Maria Regina saat sekolah Rex Mundi resmi dibuka tahun 1957 itu.

Saat SMA dibuka, seingat saat diwawancari itu, siswi-siswi masih menempati ruang kelas SGA (sekarang gedung SMA Katolik Rex Mundi).

Tidak banyak yang diingatnya setelah itu, karena tamat di tahun 1958, suster Immaculle, menjalani pembinaan calon biarawati JMJ tahun 1960 setelah sempat mengajar di Tomohon.

Tahun 1963, ia kembali lagi ke kompleks yang sama untuk mengajar di SMA Katolik Rex Mundi. Ia ingat ada bangunan di tengah halaman Rex Mundi ada sebuah bangunan yang masih berlantai tanah.

Bangunan itu menjadi kelas darurat bagi para siswa dan siswi. Kelas itu sangat berdebu.

 
"Setiap pagi lantai harus disiram", kenangnya saat ditemui Tribun Manado di biara Santa Anna Lembean, Jumat (18/8/2017).) itu.

Di dekat situ juga ada pohon Beringin besar yang kini sudah ditebang.

Semua katanya tidak seperti sekarang. Saat ia masuk Agustus tahun 1963, jalan di samping antara biara dan sekolah, masih sempit.

Jalan itu menuju kantor BPM (sekarang Pertamina). Saat itu ia teringat, penjual kue "Panada" sering lewat di situ menjajakan kuenya.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved