Selasa, 5 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Asian Games 2018

Jokowi Pilih Akrobat Ekstrim: Cerita soal Pembukaan Asian Games

Kurang dari sepekan menjelang berakhirnya Asian Games 2018, Presiden Joko Widodo buka-bukaan terkait tayangan dirinya

Tayang:
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
Prabowo Jokowi 

TRIBUNMANADO.CO.ID, YOGYAKARTA - Kurang dari sepekan menjelang berakhirnya Asian Games 2018, Presiden Joko Widodo buka-bukaan terkait tayangan dirinya yang mengendarai motor besar dan berakrobat di acara pembukaan Asian Games 2018.

Saat memberikan sambutan dalam peresmian pembukaan Mahasabha XI di Yogyakarta, Rabu (29/8), Presiden Jokowi menceritakan bagaimana tayangan aksi tersebut bermula dari sebuah ide.

"Ini sudah lama, sudah 1,5 tahun yang lalu. Saya didatangi sama EO-nya (event organizer), Pak Wishnutama sama Pak Erick (Erick Thohir, Ketua Indonesia Asian Games Organizing Committee)," ujar Jokowi.

Saat itu, mereka berdua memaparkan sejumlah ide kepada Jokowi mengenai konsep pembukaan Asian Games 2018. Untuk lebih memeriahkan acara, Kepala Negara juga diajak untuk turut andil dalam pembukaan tersebut dan diberi tiga pilihan.

"Saya diberi tiga alternatif saat itu, yaitu yang biasa, agak ekstrim, dan ketiga ini ekstrim. Saya pilih ketiga. Saya pilih yang ekstrim. Nah, jadinya seperti itu," ungkapnya.

Sebagaimana yang tayang secara luas, alternatif tayangan ekstrem tersebut bermula saat Presiden Joko Widodo digambarkan keluar dari Istana Bogor untuk menuju lokasi pembukaan Asian Games.

Namun, di tengah jalan, rangkaian kendaraan Presiden terhadang oleh suporter Indonesia yang memenuhi sisi jalan.

Presiden memutuskan untuk melanjutkan perjalanan menggunakan motor besar yang sebelumnya digunakan oleh pasukan pengaman presiden (paspampres).

Selama perjalanan, Kepala Negara digambarkan melakukan aksi akrobatik untuk menembus kemacetan hingga berhasil sampai tepat waktu di Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, dan memperoleh sambutan meriah dari para penonton.

Presiden mengaku heran, tayangan yang sejatinya dimaksudkan sebagai hiburan dalam pembukaan Asian Games 2018 tersebut pada akhirnya menjadi gunjingan para tokoh politik.

Pembahasan yang mestinya lebih fokus kepada warna-warni budaya Indonesia yang ditunjukkan malah berbelok menjadi pembahasan penggunaan stuntman atau pemeran pengganti.

"Yang benar saja lah. Orang-orang politik kita ini kadang-kadang, haduh haduh haduh. Ini kan tontonan, ini hiburan. Yang nggak perlu dipermasalahkan jangan dipermasalahkan lah," tuturnya yang disambut riuh tepuk tangan para mahasiswa.

Dirinya melanjutkan, apapun yang dilakukan olehnya tampaknya bisa menjadi pembahasan tersendiri. Seperti goyang dayung saat Via Vallen menyanyi lagu Meraih Bintang, dan tayangan atraksi bermotor tersebut kemudian menjadi viral.

Namun, Jokowi sekali lagi menekankan hal-hal tersebut dimaksudkan untuk hiburan semata dan tak perlu dikaitkan dengan dunia politik. "Jadi sekali lagi, kalau yang namanya Presiden disuruh akrobat seperti itu ya gila, Bro! Ya nggak lah," canda Presiden dengan sambutan gelak tawa yang makin membesar.

Meski demikian, lewat acara pembukaan Asian Games 2018 ini, Presiden Joko Widodo semakin menyadari kemampuan anak bangsa untuk menjalankan acara berskala internasional tidaklah kalah dengan negara-negara lain. Kemampuan ini bila dimanfaatkan dengan baik akan menjadi kebanggaan tersendiri bagi bangsa Indonesia.

Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved