Emiten CPO Bangun Pabrik Biodiesel
Rencana pemerintah mewajibkan penggunaan solar bercampur minyak kelapa sawit 20% atau B20 benar-benar membawa optimisme
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
Secara konsolidasi, capex yang dianggarkan adalah sebesar Rp 22 triliun. Namun, dengan adanya rencana akuisisi tambang emas Martabe, capex kemungkinan besar akan membengkak. Sebab, pembelian tambang tersebut paling tidak melibatkan pendanaan sebesar US$ 1,2 miliar atau sebesar Rp 17 triliun hingga Rp 18 triliun.
Dengan investasi yang ada di Martabe tersebut, jumlah pengeluaran ASII untuk investasi menjadi melonjak. "Kalau ditambah investasi, ya, tambah Rp 17 triliun sampai Rp 18 triliun, tapi apakah terjadi tahun ini atau tahun depan kami belum tahu," kata Prijono Sugiarto, Presiden Direktur ASII, Selasa (28/6).
Prijono menyebut penyerapan capex tersebut juga akan sangat tergantung pada rencana financial closing pembelian tambang Martabe. Financial closing ditargetkan akan dicapai akhir tahun ini atau awal tahun depan. Meski demikian, Prijono belum mau menyebut berapa kontribusi pendapatan yang akan diterima ASII dari UNTR setelah akuisisi tambang Martabe tuntas.
Pangsa pasar
Meski fokus memperbesar bisnis tambang, ASII juga tetap menyiapkan rencana ekspansi untuk bisnis otomotif. Apalagi, bisnis otomotif masih menjadi penyumbang pendapatan terbesar bagi perusahaan induk Grup Astra ini.
Bisnis otomotif ASII boleh dikata tengah berada dalam tantangan berat saat ini. Persaingan di industri otomotif kian sengit. Alhasil, pangsa pasar mobil ASII tergerus dari 56% menjadi 48% di Juni 2018. Namun, di Juli lalu, pangsa pasar ASII kembali naik menjadi 51%.
Hingga akhir tahun ini, ASII menargetkan mampu mempertahankan pangsa pasar di atas 50%. Beberapa cara disiapkan ASII untuk tetap menjaga market share di atas 50%. ASII antara lain menjaga kapasitas produksi mobil, serta mengincar pasar impor. "Kami produksi Rush dan Terios 13.000 unit per bulan, 3.000 di antaranya diekspor ke luar negeri," terang Prijono.
Dengan terjaganya pangsa pasar di atas 50% , ASII berharap pendapatan perusahaan sektor otomotif membaik. Sekadar info, penjualan mobil ASII sepanjang semester I-2018 turun sekitar 10% menjadi 268.000 unit akibat kompetisi yang ketat.
Namun di Juli penjualan mobil ASII kembali naik, ditopang penjualan Toyota Rush dan Daihatsu Terios. Penjualan kumulatif kedua merek tersebut mencapai 41.800 unit di Juli, naik 95,8% dari periode yang sama tahun sebelumnya.
Analis Kresna Securities Franky Rivan menyatakan dalam risetnya, pangsa pasar ASII bakal ada di level 51,1% di akhir tahun ini.
"Kami berpendapat penetrasi ASII di segmen SUV berpotensi membantu perseroan memperoleh lagi segmen pasar saat pasar beralih ke SUV," tulis dia. Franky merekomendasikan beli ASII dengan target harga Rp 9.100 per saham.
Kepala Riset Bahana Sekuritas Andri Ngaserin juga menilai bisnis otomotif akan pulih. Hal ini ditopang belanja pemerintah yang lebih gencar di akhir tahun ini dan tahun depan. (Elisabet Lisa Listiani/Jane Aprilyani/Krisantus Rosari
Kinerja PT Astra
Internasional Tbk (miliar rupiah)
IH2018
IH2017
Pendapatan
112,554
98,031
Laba Kotor
23,256
19,674
Laba Usaha
12,465
9,287
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/sawit_20180131_002939.jpg)