Serda TNI Raih Emas: Tinggalkan Bangku Kuliah Demi Jadi TNI
Sersan dua TNI Rifky Ardiansyah Arrosyid berhasil menyumbang medali emas bagi kontingen Indonesia dalam ajang Asian Games
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Sersan dua TNI Rifky Ardiansyah Arrosyid berhasil menyumbang medali emas bagi kontingen Indonesia dalam ajang Asian Games 2018.
Medali emas, diraih Rifky dari cabang olahraga karate kelas 60 kg lelaki yang digelar di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta Pusat kemarin.
Lelaki asal Surabaya, Jawa Timur itu mengalahkan lawannya, atlet karate Iran , Amir Mahdi Zadeh dengan skor 9-7 di babak final.
Dalam pertandingan keduanya tampil sangat hati-hati, sehingga wasit memberikan peringatan kepada keduanya untuk saling menyerang.
Rifky mengambil serangan awal dengan melancarkan pukulan lurus ke arah kepala atlet karate asal Iran tersebut. Pertandingan sengit terjadi ketika keduanya mendapatkan poin sama 7-7.
Rifky berhasil memimpin poin, dari sebuah pukulan serangan balik yang tak diduga Amir Mahdi Zadeh dan mendapatkan satu poin tambahan menjadi 8-7.
Unggul satu angka tak membuat Rifky puas, Rifky terus melancarkan serangan bertubi-tubi meski banyak suporter menyuarakan agar dirinya bertahan.
Serangan tersebut berbuah poin satu dan mengubah kedudukan skor 9-7, skor tersebut bertahan hingga akhir pertandingan.
Dengan hasil tersebut, Rifky merasa bersyukur dan berterimakasih kepada Tuhan Yang Maha Esa dan para tim karate Indonesia.
"Saya bersyukur kepada Tuhan, karena telah mengabulkan doa saya untuk jadi juara. Saya juga berterimakasih kepada tim karate, terutama, para pengurus Forki," kata Rifky Ardiansyah Arrosyid.
Diketahui, Rifky Ardiansyah Arrosyid merupakan anggota TNI AD, Kodam V Brawijaya. Ia bertugas sehari-hari di pusat jasmani Kodam V Brawijaya.
Putus Kuliah
Karateka Indonesia, Rifki Ardiansyah Arrosyiid mendapatkan pencapaian tertinggi di usia yang tergolong muda, 20 tahun. Rifki meraih medali emas Asian Games 2018.
Rifki, yang menggeluti olahraga beladiri itu sejak sekolah dasar juga merupakan seorang prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) berpangkat Sersan Dua (Serda). Baginya menjadi TNI merupakan impiannya selain menjadi juara dunia karate.
"Dari kecil sudah ingin masuk TNI, (pangkat) Serda di Kodam V Brawijaya," tuturnya usai pertandingan.
Menjadi prajurit, bukan merupakan pilihan sulit bagi pemuda 20 tahun itu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/asian-games-2018_20180825_114148.jpg)