Tertindih Utang, GOLD Rights Issue
Hasrat PT Visi Telekomunikasi Infrastruktur Tbk untuk mencari pendanaan lewat penerbitan saham baru (rights issue) sepertinya
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
Selama bulan Juli sudah diperoleh kontrak baru sekitar Rp 400 miliar.
Dengan begitu, di sisa lima bulan terakhir ini Wika Beton masih harus mengejar kontrak anyar sekitar Rp 3,9 triliun lagi.
Untuk mencapai target kinerja pada tahun ini, Yuherni bilang, kontrak baru yang akan dibidik Wika Beton tidak hanya terbatas pada proyek internal dari kelompok usaha WIKA, tetapi juga dari proyek eksternal.
"Kontrak baru yang masih disasar dari proyek WIKA, BUMN maupun swasta," ungkap Yuherni kepada KONTAN, Selasa (21/8) lalu.
Proyek Wika Beton
Proyek yang menyumbang kontrak baru selama Januari hingga Juli tahun ini masih didominasi oleh proyek-proyek infrastruktur, yakni sebesar 68,85%, disusul proyek energi 23,48%, properti 4,22%, sektor industri 3,09% serta pertambangan 0,35%.
Proyek-proyek tersebut seperti penyediaan tiang pancang Dermaga Kijing-Menpawah, readymix untuk proyek Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung seksi 4 dan 5, readymix tol Cengkareng-Kunciran, tiang pancang Dermaga KBN-Marunda.
Proyek lainnya adalah tiang pancang PLTGU Tambak Lorok, pembangunan Jembatan Tondano, tol Menado-Bitung, tol Balikpapan-Samarinda, pengadaan box girder MBK 5, serta pembangunan pengaman Muara Sungai Ijo Kebumen.
Hingga Juli 2018, Wika Beton telah menyerap belanja modal atau capital expenditure (capex) Rp 265 miliar setara 39,2% dari anggaran tahun ini sebesar Rp 676 miliar. Memang, capex tahun ini masih fokus untuk menambah kapasitas produksi.
Manajemen WTON menargetkan kapasitas produksi hingga akhir 2018 mencapai 3,6 juta ton. Saat ini, total kapasitas pabrik Wika Beton mencapai 3,3 juta ton per tahun, yang berasal dari 12 pabrik di sejumlah daerah.
Menanti Ekspansi Kapal Baru MBSS
Belanja kapal PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk untuk memenuhi kebutuhan kontrak pelanggan dan mengerek pendapatan
PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk sedang menanti kedatangan lima set kapal baru pada semester II ini. Menurut jadwal, lima set kapal itu akan datang secara bertahap mulai akhir Agustus 2018.
Belanja lima kapal tersebut adalah bagian dari rencana pembelian sembilan kapal sepanjang tahun 2018. Pada semester pertama, Mitrabahtera Segara sudah merealisasikan empat kapal baru.
Sumber dana belanja kapal diambil dari anggaran dana belanja modal atawa capital expenditure (capex) tahun ini yang mencapai US$ 27,2 juta. "Digunakan tidak hanya untuk pembelian kapal melainkan untuk biaya pemeliharan kapal," terang Lucas Djunaidi, Wakil Direktur Utama PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk, saat dihubungi KONTAN, Selasa (21/8).
Mitrabahtera membeli kapal tersebut untuk memenuhi kebutuhan kapal yang diisyaratkan dalam kontrak dengan pemberi kerja. Selain itu, Mitrabahtera berharap memiliki peluang lebih untuk mengerek pendapatan pada tahun ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/ihsg_20180730_230737.jpg)