Jelang Idul Adha Harga Sapi Kurban Naik 50 Persen, Parinto Ngaku Keuntungan Berkurang
Harga sapi kurban tahun ini melonjak hingga 50 persen. Pedagang pun mengaku keuntungan ikut berkurang.
Penulis: Finneke | Editor: Siti Nurjanah
Laporan Wartawan Tribun Manado, Finneke Wolajan
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Harga sapi kurban tahun ini melonjak hingga 50 persen. Pedagang pun mengaku keuntungan ikut berkurang.
Seperti pengakuan Parinto, pedagang hewan kurban asal Banjer. Ia mengaku biasanya mendapat untung Rp 1 juta lebih per ekor. Namun saat ini ia memperkirakan keuntungan maksimalnya hanya Rp 700 ribu pe ekor.
"Dulu saya jual sapi kurban hingga 70 ekor. Tahun ini hanya 16 ekor. Pasokan juga berkurang memang. Karena harga naik begitu tinggi," ujarnya Selasa (21/8).
Parinto yang juga pedagang sapi potong ini mengaku, tingginya harga sapi tak hanya untuk kurban. Tapi juga daging potong. "Daging potong sama, tetap mahal," katanya.
Harga sapi yang ia jual bervariasi antara Rp 12 hingga 17 juta per ekor. Ini sesuai dengan besarnya sapi. Saat ini tengah menampung sapi-sapinya sebelum dikurbankan pada hari H nanti.