Prediksi Rupiah Peluang Terseret Turki: IHSG Peluang Rebound
Nilai tukar rupiah masih berpotensi melemah walau secara terbatas terhadap dollar Amerika Serikat (AS) di awal pekan ini.
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
Predisi Nafan, hari ini (20/8), IHSG berpotensi menguat dengan posisi support 5.711 dan resistance 5.847. Hans juga memperkirakan, indeks akan cenderung menguat dengan pergerakan di kisaran 5.689 hingga 5.890.
Tahun Depan, HERO Buka Gerai Ikea Lagi
PT Hero Supermarket Tbk (HERO) akan memperkuat pertumbuhan di segmen ritel non-makanan. Lini bisnis ini masih memberikan kontribusi positif terhadap kinerja perusahaan.
Di sisi lain, perusahaan yang mengusung gerai Hero, Giant hingga Ikea ini juga mulai membenahi performa ritel makanan untuk bisa menyumbangkan pendapatan yang lebih baik pada tahun ini.
Tony Mampuk, General Manager Corporate Affairs HERO mengemukakan, segmen bisnis ritel non-makanan masih menopang kinerja perusahaan pada semester I-2018.
"Untuk ritel makanan, kami telah menjalankan change program yang komprehensif," ujar dia kepada KONTAN, Kamis (16/8) pekan lalu.
Sepanjang semester pertama tahun ini, kinerja bisnis ritel non-makanan HERO tumbuh 27%.
Adapun laba operasionalnya Rp 189 miliar, tumbuh 44% dibandingkan periode yang sama tahun lalu senilai Rp 131 miliar. Pencapaian kinerja tersebut berbading terbalik dengan segmen ritel makanan yang justru menurun 7%.
Secara total, pendapatan HERO menurun tipis 1,11% year-on-year (yoy) menjadi Rp 6,85 triliun sepanjang semester I 2018. Dari sisi bottom line, laba tahun berjalan Hero Supermarket juga merosot 51,95% (yoy) menjadi hanya senilai Rp 34,29 miliar.
Berkaca dari pencapaian kinerja enam bulan pertama tahun ini, Tony menyebutkan, kinerja segmen non makanan akan terus didorong melalui ekspansi gerai.
Salah satu strateginya: membangun gerai kedua Ikea di wilayah Jakarta Timur. Adapun gerai pertama Ikea di Alam Sutera. "Kami mengharapkan awal tahun 2019 proyek pembangunan gerai tersebut dapat dimulai," ujar dia.
Steady Safe Terbebani Cicilan Pembelian Bus
Manajemen PT Steady Safe Tbk bertekad memperbaiki kinerja keuangannya pada tahun ini. Sepanjang semester I-2018, pendapatan Steady Safe mencapai Rp 19,9 miliar.
Pencapaian ini jauh lebih baik dibandingkan tahun lalu. Di periode yang sama 2017, Steady Safe sama sekali tidak mencatatkan pendapatan.
Kendati demikian, perusahaan dengan kode saham SAFE di Bursa Efek Indonesia (BEI) ini masih menderita kerugian bersih. Di semester I 2018, rugi Steady Safe meningkat 85% year-on-year (yoy) menjadi Rp 6,3 miliar.
Direktur Utama Steady Safe, John Pieter Sembiring, menjelaskan perusahaan ini masih harus menanggung beban keuangan yang cukup besar, dalam hal ini untuk cicilan bus yang didatangkan pada Maret lalu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/indeks_20180310_002631.jpg)