Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Jokowi Pamer Prestasi di Sidang MPR

Momen pidato kenegaraan menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke 73 dimanfaatkan

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
Internet
Presiden Jokowi 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Momen pidato kenegaraan menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke 73 dimanfaatkan Presiden Jokowi dengan mengungkap berbagai prestasi yang dicapai selam ia memimpin bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK).

Sidang tahunan MPR, DPR, dan DPD digelar jelang HUT RI ke-73 di Gedung MPR/DPR, Kamis (16/8). Sejumlah pejabat negara hadir termasuk  para mantan presiden.  Presiden ke-3 BJ Habibie hingga Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri turut hadir. Begitu juga mantan Wakil Presiden Boediono dan Wakil Presiden ke-6 Try Sutrisno.

Namun, Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono kembali absen dalam sidang tahunan MPR-DPR-DPD tahun ini. Ketua DPP PDI Perjuangan Hendrawan Supratikno mengatakan tidak hadirnya SBY dalam Sidang Tahunan MPR, DPR, dan DPD jangan diartikan macam-macam bahkan jangan sampai berprasangka yang negatif. "Kita jangan mendiskreditkan, jangan," ucap Hendrawan.

Hendrawan juga meminta ketidakhadiran SBY ditanyakan kepada teman-teman Partai Demokrat agar informasi yang didapat jelas."Itu tanyakan ke teman-teman Demokrat. Tetapi Pak Presiden SBY pasti mengikuti acara ini tentu apakah dengan pertimbangan tertentu tidak hadir kita serahkan semuanya ke pertimbangan beliau," pungkasnya.

Ketidakhadiran SBY pada sidang tahunan MPR bukan pada kali ini saja. Setahun lalu, SBY juga tidak hadir. Alasannya waktu itu, SBY sedang mempersiapkan acara HUT RI yang ke 72, karena akan menggelar tur kemerdekaan ke Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Yogyakarta.

Ketua MPR dalam sambutannya Nama Yudhoyono juga tidak disebut oleh Zulkifli saat menyapa para tamu undangan yang hadir. "Yang Kami hormati, Presiden Republik Indonesia, Saudara Ir. H. Joko Widodo, beserta Ibu Iriana Joko Widodo. Wakil Presiden Republik Indonesia, Saudara H.M. Jusuf Kalla, beserta Ibu Hj. Mufidah Jusuf Kalla," kata Zulkifli.

Sidang DPR RI
Sidang DPR RI (afp)

Zulkifli menyapa satu persatu para pemimpin terdahulu Indonesia tersebut. saat menyapa Megawati, zulkifli berseloroh bahwa kedatangan Megawati membuat sidang tahunan tidak sepi. "Terima kasih Ibu Mega sudah hadir. Kalau Ibu Mega enggak datang sepi Bu. Mari tepuk tangan," kata Zulkifli.

Dalam pidato kenegarannya, Presiden Jokowi mengungkap sejumlah prestasi yang sudah dicapai.

Termasuk masalah ekonomi. Dikatakan, dalam meningkatkan perekonomian negara, Presiden menyebut tidak hanya menggenjot perekonomian dari sektor besar saja, tapi juga menyasar pada ekonomi kelas bawah melalui pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Kemudian pemerintah juga fokus pada 40 persen lapisan masyarakat terbawah dengan menyiapkan program Reforma Agraria dan Perhutanan Sosial.

"Untuk mencapai kesejahteraan, kita ingin makmur bersama, sejahtera bersama. Untuk itu, pemerintah tidak hanya memperhatikan usaha yang besar-besar saja, tapi juga fokus pada UMKM dan 40 persen lapisan masyarakat terbawah," kata Presiden.

Adapun kebijakan yang dilakukan untuk UMKM diantaranya dengan menurunkan tarif pajak final UMKM dari yang sebelumnya satu persen menjadi 0,5 persen. Kebijakan ini mulai berlaku efektif untuk peredaran usaha UMKM yang dimulai 1 Juli 2018.

Selain itu dengan penajaman Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang saat ini bisa dinikmati 12,3 juta UMKM. "Untuk mendorong perkembangan usaha UMKM, Pemerintah menurunkan tarif pajak final UMKM menjadi 0,5 persen serta penajaman KUR yang bisa dinikmati 12,3 juta UMKM," sebut Jokowi.

Selain itu, pemerintah juga memberikan perlindungan sosial dengan menjamin stabilitas harga bahan pokok dan menjamin bantuan kepada 10 juta masyarakat kalangan bawah dengan program keluarga penerima manfaat. Jumlahnya akan ditingkatkan menjadi 15,6 juta pada 2019.

"Untuk memberikan jaminan perlindungan sosial, pemerintah bekerja menjaga stabilitas harga bahan-bahan pokok, menyalurkan Program Keluarga Harapan kepada 10 juta keluarga penerima manfaat, serta mereformasi sistem bantuan pangan menjadi program bantuan non tunai, agar lebih tepat sasaran," kata Jokowi.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved