Benarkah Tunggangi Gajah Bisa Bikin Cedera?

Salah satunya, sikap menolak menunggangi gajah karena membahayakan gajah itu sendiri.

Benarkah Tunggangi Gajah Bisa Bikin Cedera?
(Lakruwan Wanniarachchi / AFP)
Seorang biksu Budha di Sri Lanka bersama seekor gajah yang dipelihara di kuil di Bellanvila, wilayah pinggiran ibu kota Colombo. Gajah termasuk hewan yang dianggap suci oleh umat Budha di Sri Lanka. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - 12 Agustus menjadi peringatan hari gajah di seluruh dunia. 

Banyak orang ikut dalam euforia ini lewat media sosial untuk menunjukkan sikap peduli terhadap gajah.

Salah satunya, sikap menolak menunggangi gajah karena membahayakan gajah itu sendiri.

Warganet pemilik akun Instagram @iqbalhimawan_ mengunggah foto pada Senin (13/8/2018) tentang gajah.

Dalam keterangan foto, dia meminta maaf karena pernah menunggangi gajah.

"Saya baru tahu kalau struktur punggung gajah terdiri dari tonjolan tulang-tulang tajam yang hanya dilapisi jaringan tipis. Lebih parah lagi saat dikasih dudukan, bakan semakin melukai dan menyebabkan cedera tulang belakang jangka panjang pada gajah," tulisnya dalam keterangan foto.

Hingga artikel ini dimuat, foto tersebut telah disukai 3.140 pengguna. Ungkapan sama juga disebar di Twitter dan telah dicuit ulang oleh lebih dari 8,9 ribu pengguna.

Benarkah gajah bisa cedera karena ditunggangi?

Menjawab pertanyaan ini, Kompas.com menghubungi Dr. drh. Hery Wijayanto, MP., spesialis anatomi Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta.

Dokter hewan sekaligus dosen itu mengaku sudah membaca tentang kekhawatiran warganet di media sosial. Ia mendukung, gajah bukan untuk ditunggangi apalagi dikomersilkan. Namun secara anatomi, Hery meluruskan kabar tersebut.

Halaman
1234
Editor: Rine Araro
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved