Kamis, 28 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Mahfud MD Bongkar Ancaman Ma'ruf Amin ke Jokowi: Tersinggung Ucapan Romy

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD buka-bukaan soal kegagalan dirinya menjadi kandidat wakil presiden. Mahfud menyebut

Tayang:
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
Mahfud MD dan Ma'ruf Amin 

"Saya nyambung juga tadi disampaikan terkait dengan sikap tersebut kalau sikap PBNU itu resmi kalau itu kan informal. Jadi tidak menjadi sebuah catatan sebenarnya bisa dianggap ya namanya politik ya begitu," kata Awiek. Awiek menganggap ucapan Robikin itu hanya bagian dari gimmick politik.

Hal serupa juga dilakukan oleh Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar yang menyatakan Jokowi sulit menang jika tidak menggandengnya sebagai cawapres. "Ya itu sekali lagi itu kan gimmick politik. Sama dengan dengan Cak imin bilang kalau tidak menggandeng saya tidak akan, sulit untuk terpilih," katanya.

Ketua Umum PPP Romahurmuziy (Rommy) merespons Mahfud Md yang mengaku tersinggung oleh pernyataannya terkait cawapres Jokowi. Rommy mengatakan tidak pernah mengucapkan kepastian bahwa Mahfud akan maju mendampingi Jokowi.

"Dan saya perlu luruskan apa yang tadi malam disampaikan, bahwa saya tidak pernah sekalipun seumur hidup mengatakan final pada siapa pun. Bahwa beliau menghubungi saya, setelah beliau keluar dari situ, kira-kira, dua hari sebelumnya, saya katakan apa yang disampaikan juga oleh Presiden.

Yaitu, memang saat ini berdasarkan survei 2.500 lebih readers hanya tinjauan elektabilitas, Pak Mahfud menempati ranking ketiga," ujar Rommy. Rommy mengatakan, dua hari menjelang pendaftaran pilpres, dirinya memang menelepon Mahfud Md.

Dia juga sempat mendatangi rumah Mahfud dua minggu sebelumnya. Namun bukan untuk menyebutkan keputusan akhir terkait cawapres. Ada dua skenario yang dijelaskan Rommy ke Mahfud.

"Tidak ada istilah saya mengatakan pasti Pak Mahfud. Saya hanya mengatakan, kami dari PPP, rapat majelis tinggi partai, memang menghasilkan keputusan dua skenario. Karena memang ada dua pertanyaan dari Presiden yang disampaikan kepada PPP untuk dijawab. Skenario pertama saat itu, kira-kira dua minggu sebelum pengambilan keputusan pilpres ini adalah di sana ada dua nama. Habib Salim atau AHY.

Maka kita diminta untuk menjawab kalau Habib Salim, siapa yang diajukan PPP, bagaimana kalau AHY, maka rapat majelis tinggi partai menghasilkan keputusan bahwa kalau yang diajukan (sebelah) itu Habib Salim, maka dua nama yang kita ajukan yaitu Kiai Ma'ruf Amin dan Pak Mahfud.

Itu yang saya sampaikan juga kepada Pak Mahfud," jelasnya. Selain itu, pada Kamis (9/8), menjelang Jokowi mengumumkan nama cawapres, Rommy mengatakan tidak tahu bahwa Mahfud telah datang di restoran yang berbeda dari tempat berkumpul parpol koalisi. Dia ditelepon oleh Mahfud setelah itu.

"Persis ketika Presiden mengumumkan nama kiai Ma'ruf Amin pada Kamis malam itu, saya sampaikan bahwa kami tidak tahu sore tadi sudah datang ke restoran yang berjarak hanya 100 meter dari Plataran. Dan pukul 16.54 WIB, di detik kita mengambil keputusan di Plataran, Pak Mahfud juga telepon saya, tetapi saya tidak mungkin mengangkat telepon karena di tengah rapat," kata Rommy.

"Dan saya juga tidak tahu, siapa yang memerintah beliau mengukur baju. Sehingga saya sampaikan spontan saja bahwa saya tidak tahu ada perintah itu, sampai saat sekarang," lanjutnya. (Tribun Network/fik/nis/wly)

Halaman 3/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved