Breaking News
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Ketua Timses Prabowo-Uno Masih Dicari

Nama Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) yang juga Ketua MPR Zulkifli Hasan disebut dipertimbangkan untuk dipercayai

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
KOMPAS.com/Nabilla Tashandra
Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (2/1/2018). 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Nama Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) yang juga Ketua MPR Zulkifli Hasan disebut dipertimbangkan untuk dipercayai sebagai Ketua Tim Sukses pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno pada Pilpres mendatang.  Ditemui di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, Senin (13/8) Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Fadli Zon kemudian mengungkpan sosok yang dianggap pas memimpin koalisi Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Ia mengatakan ketua tim pemenangan diharapkan sosok yang bisa bekerja secara “full time”.“Kami butuh sosok yang 100 persen fokus memenangkan duet Prabowo-Sandiaga, kita lihat nanti ciri-ciri itu cocok kepada siapa,” ujarnya.

Selain membutuhkan sosok yang seratus persen fokus pada upaya pemenangan Prabowo-Sandiaga, Fadli juga mengatakan ketua tim pemenangan harus mudah dihubungi, mampu bergerak dengan mobilitas tinggi serta mudah interaksi dan mudah diterima siapa saja.

Fadli yang juga Wakil Ketua DPR RI mengatakan koalisi Prabowo-Sandiaga belum menunjuk siapa yang mengemban jabatan ketua tim pemenangan.

“Belum ada, nanti bersama-sama semua partai koalisi akan dibahas, sejak kemarin tim kecil dari semua parpol koalisi juga sudah memulai ‘brainstorming’ pembentukan tim pemenangan,” pungkasnya.

Sejumlah tokoh termasuk pimpinan partai koalisi digadang-gadang menjadi ketua tim pemenangan Prabowo-Sandiaga. Fadli menegaskan kembali, pihaknya masih menyusun struktur tim pemenangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.  Masih dibahas nomenklatur dalam struktur tim pemenangan.

 "Kita baru menyusun nomenklatur-nomenklatur dari badan tim kampanye nasional dan tim pemenangan sesuai dengan kebutuhan. Jadi, baru masukan-masukan dari partai-partai yang ada, nanti baru pembicaraan nama-nama," kata Fadli.

Menurut Fadli, karena fungsi tim pemenangan sangat vital, maka akan dirampungkan dalam minggu ini. Tim pemenangan akan berasal dari empat partai politik pengusung Prabowo-Sandiaga di Pemilu Presiden 2019.  "Ya minggu ini lah mudah-mudahan," katanya.

Fadli mengatakan tim pemenangan belum masuk pada nama-nama. Saat ini masih dibahas apakah para pimpinan Parpol akan masuk dalam steering committe (SC) atau organizing committe. "Inventarisasi. Prinsip-prinsipnya dulu, posisi dari pimpinan itu adanya dimana, apakah steering committee atau organizing committe," pungkasnya.

Prabowo dan Sandiaga Uno
Prabowo dan Sandiaga Uno ()

 Pengamat politik dari Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi Indonesia (Sigma), Said Salahudin menilai masing-masing parpol peserta pemilu akan berlakon ganda pada waktu yang sama. Pada peran yang pertama, kata dia, parpol memosisikan dirinya sebagai mitra dari parpol yang lain dalam koalisi Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres).

Sebagai mitra, maka PDI Perjuangan, Golkar, PKB, Partai NasDem, PPP, Partai Hanura, Partai Perindo, dan PSI dituntut untuk saling bekerjasama guna memenangkan pasangan Joko Widodo (Jokowi) - Maruf Amin.

Demikian pula dengan Partai Gerindra, Partai Demokrat, PAN, PKS, dan Partai Berkarya yang mau tidak mau harus bergotong-royong jika ingin Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno memenangkan Pilpres.

Dari peran yang pertama itu, dia menjelaskan, relasi yang terbangun diantara partai-partai politik adalah hubungan yang positif.  "Semangat yang dikedepankan adalah semangat kebersamaan atau kolektivitas," jelas Said.

Sehingga, pada lakon ini, menurut dia, partai politik yang satu akan menganggap partai politik yang lain sebagai teman atau sekutu. Tetapi, pada peran yang kedua, keadaannya lain lagi.

Alasannya, parpol-parpol yang berada dalam satu barisan koalisi Pilpres justru berada pada posisi yang saling berhadapan untuk berebut kursi parlemen di Pemilu legislatif (Pileg).  Sehingga, dia menegaskan, dalam lakon ini pola hubungan diantara partai-partai politik mengalami perubahan.  "Masing-masing parpol akan memosisikan teman koalisinya di Pilpres sebagai pesaing atau lawan untuk urusan Pileg," jelasnya.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved