Minggu, 10 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Sosok AA Maramis

Fakta tentang AA Maramis, Pendiri Bangsa yang Belum Jadi Pahlawan Nasional

AA Maramis, Lahir di Manado 20 Juni 1879 merupakan pendiri bangsa bersama-sama Bung Karno dan Bung Hatta dalam merumuskan dasar negara

Tayang:
Penulis: Aldi Ponge | Editor: Aldi Ponge
TRIBUNMANADO/FINNEKE WOLAJAN/ISTIMEWA
Lody Rudy Pandean dan AA Maramis 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Ketokohan Alexander Andries Maramis atau populer dikenal AA Maramis tak diragukan lagi, besar perannya di masa awal kemerdekaan Indonesia.

Pria kelahiran Manado 20 Juni 1879 ini merupakan pendiri bangsa bersama-sama Bung Karno dan Bung Hatta dalam merumuskan dasar negara termasuk merumuskan nilai-nilai Pancasila.

Keponakan Pahlawan Nasional Maria Walanda Maramis ini pernah menjabat jadi anggota Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) yang diketuai Soekarno.

Diawal kemerdekaan, AA Maramis menjabat anggota KNIP.

Dia bahkan menjabat sebagai Menteri keuangan dan orang pertama yang menandatangani Oeang Republik Indonesia (ORI).

AA Maramis bahkan disebut-sebut pernah mendapatkan mandat Spekarno-Hatta untuk membentuk pemerintahan darurat di India. Jika Sjafruddin Prawiranegara tak dapat membentuk pemerintahan darurat di Sumatra.

Besar jasanya bagi negara, hingga namanya diabadikan jadi nama jalan di Manado. Namun, hingga kini AA Maramis belum juga diangkat jadi pahlawan nasional.

Di Manado, monumen AA Maramis dibangun di Paniki Bawah, Jalan Raya menuju Bandara Sam Ratulagi.

Monumen setengah badan, seisi monumen itu berwarna hijau ini diresmikan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan pada 15 November 1985.

Sayang monumen tersebut tak dirawat baik pemerintah, bahkan jelang peringatan HUT Republik Indonesia. Lokasi tersebut tak dipasangi bendera merah putih.

Lody Rudy Pandean (80), Ponakan sekaligus ahli waris AA Maramis mengaku kesal melihat monumen AA Maramis tak dipasang bendera merah putih. 

Dia lantas membeli sendiri bendera merah putih dan memasangnya di monumen.

 
Lody tinggal di rumah dinas AA Maramis di Jalan Merdeka Timur, tepatnya Stasiun Gambir. Dia tiba di Manado pekan lalu dan mengunjungi monumen tersebut.

Ia kaget dan kecewa, tiang bendera di sekitar monumen tak terpasang bendera.

Lahan dari monumen AA Maramis ini adalah milik keluarga yang dihibahkan.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved