BFI Bikin Fintech Lending
Anak usaha PT BFI Finance Indonesia Tbk, Finansial Integrasi Teknologi (FIT) secara resmi mendaftarkan bisnis financial technology berbasis
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Anak usaha PT BFI Finance Indonesia Tbk, Finansial Integrasi Teknologi (FIT) secara resmi mendaftarkan bisnis financial technology berbasis peer to peer lending di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Kegiatan operasi FIT bisa leluasa karena sejak 31 Juli 2018 sudah memiliki status terdaftar dari OJK.
Melalui platform www.pinjammodal.id, FIT menyediakan layanan pinjam meminjam online kepada masyarakat. Pada tahap awal, FIT menyediakan pinjaman ke karyawan yang aktif bekerja.
Nilai pinjaman dari Rp 2 juta-Rp 5 juta dengan tenor pinjaman satu bulan-enam bulan.
Direktur FIT Herman Handoko kepada KONTAN mengatakan, bunga pinjaman yang dibebankan 2%-4% per tahun disesuaikan dengan penilaian dan risiko calon peminjam.
Sedangkan pemberi pinjaman atau lender, mendapatkan imbal hasil sama dengan bunga pinjaman.
Herman berharap FIT bisa menyalurkan pembiayaan Rp 30 miliar hingga akhir tahun. FIT menawarkan ke kota besar di Indonesia.
Semester I-2018, Klaim Asuransi Umum Menurun 4%
Industri asuransi umum menekan klaim bruto selama enam bulan pertama di tahun ini. Hasil ini sejalan dengan langkah pelaku industri asuransi umum dalam memitigasi risiko.
Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) hingga Juni 2018 memaparkan, beban klaim bruto industri asuransi umum Rp 12,3 triliun, menurun 3,9% dari periode sama di 2017 sebesar Rp 12,8 triliun.
Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Dody AS Dalimunthe menjelaskan, penurunan klaim sudah terlihat sejak awal tahun 2018. Perusahaan asuransi umum rajin bersih-bersih underwriting. Langkah tersebut karena pelaku usaha lebih selektif dalam menerima risiko.
"Beberapa akun dengan tren rasio klaim besar cenderung dilepas," kata Dody. Melalui cara ini, bisnis asuransi umum jadi lebih terseleksi. Sehingga pelaku industri lebih memprioitaskan bisnis dengan rasio klaim lebih terjaga. Namun memang tidak semua akun dengan rasio klaim besar benar dilepas.
Ada pula yang tetap dipertahankan namun disesuaikan dengan premi, untuk mengimbangi risiko yang ditanggung. Penurunan klaim ini berbanding terbalik pertumbuhan premi asuransi umum di semester I tahun ini.
Premi bruto asuransi umum meningkat 13,1% menjadi Rp 29,3 triliun hingga Juni 2018.
PT Asuransi Sinar Mas (ASM) mengakui, klaim bruto di semester I Rp 617 miliar. Bila dibandingkan dengan periode sama di tahun kemarin Rp 685,2 miliar, klaim ASM menurun sekitar 10%.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/bfi-finance-bitung_20180813_195400.jpg)