Kamis, 16 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Hujan Meteor Perseid Akan Terjadi pada 12 Agustus 2018, Bisa Diamati dengan Mata Telanjang

Akhir pekan ini, Bumi kembali disambangi fenomena langit yang cantik. langit akan menyuguhkan pemandangan hujan meteor Perseid.

Editor: Siti Nurjanah
American Meteor Society
Ilustrasi hujan meteor 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Akhir pekan ini, Bumi kembali disambangi fenomena langit yang cantik.

Setelah fenomena Blood Moon yang berlangsung pada 28 Juli 2018 lalu, langit akan menyuguhkan pemandangan hujan meteor Perseid pada 12-13 Agustus 2018 nanti.

Dikutip Grid.ID dari Tribun Travel, hujan meteor Perseid merupakan satu dari hujan meteor paling jelas terlihat dalam satu tahun.

Meteor ini sebenarnya berasal dari pecahan komet Swift-Tuttle yang rutin melintasi Bumi setiap 133 tahun sekali dalam perjalanannya mengelilingi Matahari.

Baca: Robby Purba Menangis saat Umumkan Dirinya Keluar dari Karma: Aku Cuma Pengen Dihargain Itu Aja!

Komet Swift-Tuttle terbakar dan terus terbakar, sehingga terpecah dan membentuk hujan meteor dalam kecepatan 37 mil per detik, atau 59 kilometer per detik.

Dikutip dari Tribun Jambi, hujan meteor Perseid sebenarnya sudah terjadi sejak 17 Juli 2018, namun tidak banyak yang menyadarinya.

Mungkin karena intensitas hujan meteor ini belum meningkat.

Hujan meteor Perseid berlangsung setiap tahun antara 17 Juli hingga 24 Agustus dan mencapai puncaknya pada 9 hingga 13 Agustus.

Baca: Miris! Pria di Wonasa Ini Tinggal Sendiri Dalam Keadaan Sakit dan tak Berdaya, Pakaian Saja tak Ada

Sementara pada Minggu (12/8/2018) esok, situasi akan cukup berbeda.

Hujan meteor Perseid dapat terlihat paling jelas di Bumi belahan utara.

Di Jakarta, puncak hujan meteor Perseid dapat dilihat pada 12 hingga 13 Agustus.

Menurut laman space.com, komet Swift-Tuttle merupakan satu obyek ruang angkasa terbesar yang dikenal telah melewati Bumi berulang kali.

Baca: Jessica Iskandar Akhirnya Umumkan Richard Kyle Sebagai Kekasihnya

Bagian inti komet mencapai lebar 26 kilometer.

Terakhir, komet Swift-Tuttle melintas dekat Bumi pada orbitnya mengelilingi Matahari tahun 1992 dan baru akan melintas lagi pada 2126.

Namun, komet ini tidak akan terlupakan.

Pasalnya, Bumi akan melintasi debu dan serpihan-serpihan komet Swift-Tuttle setiap tahunnya, yang berbuntut pada hujan meteor tahunan Perseid.

Sumber: Grid.ID
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved