Produksi Sapi di Kotamobagu Terus Menurun, Jelang Idul Adha Harga Sapi Merangkak Naik
Beberapa waktu lalu, harga sapi ukuran kecil masih bisa dapat Rp7 juta, sekarang Rp 9 juta. Kenaikan ini juga dipengaruhi oleh kurangnya stok.
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: David_Kusuma
TRIBUNMANADO.CO.ID, KOTAMOBAGU - Harga hewan kurban di Kotamobagu, menjelang Hari Idul Adha bervariasi tergantung dari ukuran dan berat. Namun harga hewan sapi mengalami kenaikkan.
"Harga hewan sapi kurban dari Rp 9 juta per ekor sampai Rp35 juta," ujar pedagang sapi Ridwan Lihawa, Kamis (9/8).
Beberapa waktu lalu, harga sapi ukuran kecil masih bisa dapat Rp7 juta, sekarang Rp 9 juta. Kenaikan ini juga dipengaruhi oleh kurangnya stok.
"Kami masih mengambil sapi hidup dari luar Kotamobagu seperti Minahasa dan Manado," ujar Ridwan.
Selain sapi, hewan kurban kambing justru harganya stabil tiap tahun mulai dari Rp 2-4 juta.
Daya beli masyarakat cukup tinggi, mengingat kedua hewan ini, menjadi kebutuhan umat muslim di Kotamobagu.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Abdul Manap Pudul mengatakan, kebanyakan sapi yang dijual di Kotamobagu dari luar daerah, karena minat warga memelihara hewan ini berkurang.
Tahun 2016 hewan dipelihara petani berjumlah 2.985 ekor, sedangkan 2017 turun 1.985 ekor.
"Tahun ini saya perkirakan turun sekitar 1.000 lebih, dikarenakan hasil peninjauan terhadap beberapa petani yang biasanya memelihara sapi, mereka tidak mau pelihara," ujar Abdul Pudul.
Lanjut dia, total hewan yang disembeli selama setahun berjumlah 3.263 ekor. Hampir 90 persen sapi tersebut berasal dari luar Kotamobagu seperti Minahasa dan Bolmong Raya.
"Sapi Kotamobagu yang disembeli hanya sekitar 8-10 persen," ujar dia lagi.
Ia menambahkan, sebelum tiga hari Idul Adha, Dinas Pertanian dan Peternakan Kotamobagu, akan melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah sapi yang akan disembeli. (ven)