Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Jokowi Tersenyum Lihat Kapitra Ikut Pembekalan Caleg PDIP

Presiden Joko Widodo menghadiri acara pembekalan calon legislatif PDIP di kawasan Ancol, Jakarta Utara.

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
KOMPAS.com/ABBA GABRILLIN
Kapitra Ampera dan Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto di Kantor DPP PDI Perjuangan, Jalan Diponegoro, Jakarta, Selasa (24/7/2018). 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Presiden Joko Widodo menghadiri acara pembekalan calon legislatif PDIP di kawasan Ancol, Jakarta Utara. Jokowi yang mengenakan batik cokelat hitam berjalan berdampingan dengan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri.
Ia datang sekira pukul 14.10 WIB.

Jokowi duduk sejajar di barisan depan dengan Megawati, Ketua DPP non-aktif PDIP Puan Maharani, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto.

"Hidup Jokowi dua periode," teriak ratusan kader PDIP yang mengenakan kemeja merah khas PDIP. Hasto mengatakan, Jokowi akan memberikan pengarahan terhadap para caleg.

Pengarahan bersifat tertutup dan media tidak diperkenankan untuk mengabadikan acara tersebut. "Pengarahan dari Presiden bersifat tutup. Nanti setelah pengarahan akan kami berikan penjelasan," ujar Hasto.

Lalu, Hasto memperkenalkan caleg-caleg PDIP. Satu diantaranya, Kapitra Ampera. "Dari tokoh agama ada Kapitra Ampera. Dari namanya saja Ampera, pasti kagum dengan Bung Karno," kata Hasto.

Presiden Jokowi langsung melihat Kapitra. Jokowi pun tersenyum lebar saat Kapitra berdiri sambil menatap Jokowi. Kapitra yang mengenakan kemeja merah pun juga ikut tersenyum saat melihat Jokowi.

Hasto juga memperkenalkan, bacaleg dari purnawirawan TNI-Polri, bacaleg dari kalangan artis, bacaleg inkumben atau yang sedang menjabat di legislatif, dan bacaleg dari kalangan perempuan.

Selain Kapitra Ampera ada juga Juru Bicara Presiden Johan Budi SP yang ikut pembekalan. Diketahui Johan maju menjadi caleg di dapil Jatim VII. Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri dalam pidato pembekalan caleg meminta agar Johan Budi yang pernah berpengalaman di KPK agar dapat memberi masukan kepada setiap kader agar tak terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK.

"Ibu Mega berharap pak Johan Budi dapat berjuang memerangi korupsi. Dan untuk itu ibu secara khusus meminta pak Johan Budi untuk dapat memberikan masukan dalam proses penguatan kepartaian agar tak ada lagi kader-kader PDIP yang kena OTT atau pun kita kedepankan proses pencegahan korupsi itu sendiri," kata Sekjen PDIP Hasto Kristianto.

Hasto mengatakan Mega menyampaikan pesan tersebut dalam kegiatan pembekalan caleg PDIP. Menurut Hasto, Mega berharap para caleg baru PDIP dapat memberikan warna baru terhadap partai berlambang banteng moncong putih itu.

"Para artis juga, ibu berpesan agar mereka tidak hanya sekadar publik figur tapi dapat menarasikan bagaimana rasa cinta tanah air melalui kebudayaan," ujarnya.

Terkait target di Pileg 2019, Hasto mengatakan partainya belum menetapkan secara pasti. Namun, menurut dia, PDIP harus menang di Pileg dan Pilpres 2019.

"Nanti kami akan dapat rakernas setelah seluruh calon-calon ditetapkan tentu saja kami harus melihat secara relatif bagaimana posisi PDIP terhadap yang lain.

Tapi kalau berdasarkan survei range nya antara 24 persen sampai 33 persen tentu saja angka amannya karena ini suara rakyat ya kita realistis saja di dalam menetapkan target tersebut. Intinya presiden bisa kita menangkan sebagai satu tarikan nafas dalam kemenangan pemilu legislatif," tuturnya.

Presiden Jokowi
Presiden Jokowi (Internet)

Jokowi-Mega Satu Mobil

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved