Petani Kotamobagu Kembangkan Kopi Ateng Jenis Arabika
Petani Kotamobagu, kembangkan tanaman kopi Ateng jenis Arabika di perkebunan Desa Poyowa Besar.
Penulis: | Editor: Siti Nurjanah
Laporan Wartawan Tribun Manado, Vendi Lera
TRIBUNMANADO.CO.ID, KOTAMOBAGU - Petani Kotamobagu, kembangkan tanaman kopi Ateng jenis Arabika di perkebunan Desa Poyowa Besar.
Salah satunya petani asal Poyowa Besar, bernama Rudi Mokodompit (54). Menurutnya bibit ini diambil dari Aceh. Sehingga namanya disebut Ateng atau Aceh Tengah.
Tanaman kopi Ateng ini, perlakuannya berbeda dengan kopi robusta yang bisa ditanam petani Kotamobagu. Mulai dari cara semai bibit, pemeliharaan, panen serta rasanya.
Bibit kopi Ateng ini terlebih dahulu disemai di tanah, selama dua bulan atau daunnya sudah berjumlah 4-6 lembar. dipindahkan dalam polibag sampai umur 7 bulan.
Setelah itu dipindakan lagi ke lahan lebih besar. Namun sebelum dua bulan dipindakan lubangnya digali terlebih dulu dan diberi pupuk organik. Tujuh bulan bunganya sudah muncul.Tanaman berproduksi setelah umur 1,8 tahun- 2 tahun.
Kata dia, tanaman kopi Ateng ini tumbuh subur di daerah gunung berapi. Di Kotamobagu, cocok karena dekat gunung Ambang.
Keistimewaan kopi Ateng jenis Arabika ini, rasanya bisa menyerap tanaman sekitarnya.
"Rasa kopi ini bisa muncul ketika ada tanaman di dekatnya seperti durian, cengkeh atau lainnya," ujar Rudi Mokodompit.
Dari amatan tribun manado.co.id, Selasa (31/7/2018), di perkebunan milik Rudi di Poyowa Besar. Hampir 11 hektar lahan ditanam kopi Ateng. Tinggi pohon tanaman ini sekitar 1-1,5 meter. Jarak tanam 2,5X2,5 meter.
Di samping itu pemilik langsung menyediakan mesin untuk pengolah biji kopi ada kering dan basah.
Lanjut Rudi, di lahan seluas 11 meter telah ditanam sekitar 21 ribu pohon kopi Ateng. Bibitnya diambil dari Aceh. Pertama 4 kilogram (kg) 8000 pohon.
Kedua dan ketiga 5 kg sehingga total hampir 25 ribu pohon.
Tanaman kopi di Kotamobagu, sudah mulai berkurang, karena sebagian petani mengantinya dengan tanaman hortikultura.
Penyebabnya produksi lama, karena umur tanaman ini masih peninggalan zaman Belanda. Serta fasilitas seperti pengelolaan kopi tidak dimiliki.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/suasana-perkebunan-milik-rudi-di-poyowa-besar-selasa-31072018_20180731_135547.jpg)