Proyeksi IHSG: Masih Punya Kans Menguat
Kans penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih terbuka, Senin (30/7). Sentimen laporan
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Kans penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih terbuka, Senin (30/7). Sentimen laporan keuangan emiten diyakini masih akan memoles kinerja indeks acuan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Jumat (27/7), IHSG ditutup naik 0,72% di level 5.989. Sepekan indeks berhasil reli sebesar 1,98%. Investor asing mengakumulasi pembelian bersih alias net buy sekitar Rp 1,72 triliun.
Pekan lalu, pasar lebih optimistis setelah hasil laporan keuangan emiten kuartal kedua tahun ini cenderung di atas ekspektasi. Penguatan nilai tukar rupiah juga mendukung laju indeks sepanjang pekan lalu.
Seperti diketahui, Jumat lalu, kurs rupiah ditutup menguat di bawah Rp 14.500 per dollar AS.
Analis Artha Sekuritas Indonesia, Juan Harahap menilai, awal pekan ini, pelaku pasar masih akan mengantisipasi rilis kinerja keuangan emiten, terutama perusahaan sektor pertambangan.
"Secara teknikal candlestick membentuk higher high dan higher low sehingga masih berpotensi menguat," katanya, Jumat.
Lanjut Juan, IHSG juga berpeluang mendapat sentimen positif dari eksternal. Jumat, AS merilis data pertumbuhan domestik bruto (GDP) kuartal II-2018 tumbuh 4,1% year on year (yoy).
Walaupun di bawah perkiraan para ekonom, yakni tumbuh 4,2% yoy, namun pertumbuhan kuartal kedua lebih tinggi dibandingkan kuartal sebelumnya yang hanya tumbuh 2% yoy.
Meski demikian, akhir pekan lalu, ketiga indeks utama saham di bursa Wall Street ditutup terkoreksi.
Analis Paramitra Alfa Sekuritas, William Siregar, juga memperkirakan, awal pekan ini, IHSG masih akan menguat. "Pelaku pasar masih menaruh ekspektasi positif terhadap realisasi laporan kinerja keuangan emiten kuartal II," kata dia, Jumat (27/7).
Selain itu, William menyebut, sentimen negatif dari eksternal mulai berkurang. Salah satunya, kekhawatiran terhadap dampak perang dagang antara AS dan Cina yang sudah mereda. Ini lantaran, AS telah memberikan kelonggaran terhadap tarif impor barang asal China.
Prediksi William, Senin, IHSG berpotensi naik dengan level support 5.950 dan resistance 6.049.
Sedangkan, Juan meramal, kisaran resistance indeks di 6.005 - 6.021, dengan range support 5.931 - 5.960.
Sulteng & Antam Berebut Tambang
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) minta Pemerintah Pusat menyerahkan pengelolaan tambang nikel seluas 1.896 hektare (ha) di Bahodopi Utara, Kabupaten Morowali, kepada PT Pembangunan Sulteng, perusahaan daerah milik Pemprov Sulteng.
Blok tambang tak terurus tersebut sebelumnya merupakan wilayah pengelolaan PT Vale Indonesia Tbk (INCO) dengan status Kontrak Karya dalam periode 1968-2015.
Gubernur Sulawesi Tengah, Longki Djanggola, mengatakan Pemprov bersama masyarakat Sulteng telah memperjuangkan pelepasan (relinquish) hal pengelolaan tersebut sejak 2008.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/ihsg_20171101_181012.jpg)