Prabowo Puji Neno Warisman Berani 'Kampanye' di Batam
Petugas dan panitia tabligh akbar memerlukan waktu hingga 8 jam untuk mengevakuasi salah satu penggerak.
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Petugas dan panitia tabligh akbar memerlukan waktu hingga 8 jam untuk mengevakuasi salah satu penggerak #2019GantiPresiden Neno Warisman yang tertahan di Bandara Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau (Kepri).
Neno berhasil dievakuasi sekitar pukul 00.15 WIB yang dilakukan Imam Setiawan yang merupakan panitia kegiatan tabligh akbar dan deklarasi kegiatan #2019GantiPresiden di Batam bersama sejumlah panitia lainnya.
Imam yang dikonfirmasi saat itu enggan berkomentar, bahkan dari dalam mobil usai melakukan evakuasi, Imam hanya mengacungkan jempol jari kanannya.
Kapolresta Barelang Kombes Pol Hengki mengatakan saat ini kondisi bandara sudah kondusif, hanya saja Hengki enggan menyebutkan dimana keberadaan Neno.
"Sudah aman dan kondusif," kata Hengki. Ditanyai apakah kegiatan besok tetap dilakukan, Hengki mengatakan demi terjaganya suasana kondusif Batam, acara besok semuanya dibatalkan.
"Kami batalkan kegiatan besok, karena yang terpenting Batam kondusif," jelas Hengki seraya berlalu pergi.
Suasana evakuasi dilakukan sangat dramatis. Bahkan dari pintu kedatangan hingga menuju pintu gerbang bandara Hang Nadim evakuasi tersebut mendapatkan pengawalan ketat dari pihak kepolisian.
Neno Warisman mengungkapkan kronologi penghadangan yang ia alami di bandara. Saat itu dirinya berada di musala dan masih tertahan di bandara Hang Nadim.
"Saat ini saya masih ada di bandara dan masih ada di musala, dan belum tahu seperti apa di luar. Konon katanya massa yang menolak kehadiran saya tidak bisa dibubarkan," kata Neno.
Lanjutnya, ia menceritakan ada beberapa kejanggalan yang ia alami selama di bandara. Saat turun dari pesawat, ia merasa aneh karena ada beberapa orang yang memfoto dirinya.
Lalu saat tiba di pintu X-Ray ada anggota kepolisian yang mengatakan kalau kondisi di luar bandara tidak aman.
"Ada bapak dari Polda bilang, ini keadaan enggak aman terus saya diminta masuk ke dalam ruangan. Tapi di dalam ruangan saya difoto lagi, saya jengah," ujarnya.
Lalu, saat beberapa langkah keluar, tiba-tiba ada seorang pria yang ingin mendekatinya dan menendang besi hingga terdengar suara cukup kencang.
Pria tersebut langsung diamankan petugas bandara dan kepolisian. Pria berbaju hitam itu juga berteriak dan mengeluarkan kata-kata umpatan.
"Saya sedih banget, saya sedih sekali karena kaya ada yang janggal. Kita ini warga negara ingin menyuarakan pendapat, ekspresi dijamin UUD dan gerakan relawan ganti presiden ini konstitusional," tutur Neno sambil menahan air mata.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/ist_20180729_215617.jpg)