Selasa, 21 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Bukan Sinetron, Ini Kisah Nyata Bayi Tertukar, yang Satu Diperebutkan dan Satu Ditelantarkan

Peristiwa ini pernah terjadi di Indonesia pada akhir tahun 80-an dan sempat menghebohkan. Tabloid NOVA pernah menuliskannya di edisi Desember 1987.

Editor:
Internet
Ilustrasi bayi 

TRIBUNMANADO.CO.ID-Karena lahir pada hari yang sama, Dewi dan Cipluk jadi korban.  Yang satu sibuk diperebutkan, sementara yang lain ditelantarkan. Padahal bukan keinginan mereka untuk dilahirkan apalagi diperlakukan seperti itu.

Peristiwa ini pernah terjadi di Indonesia pada akhir tahun 80-an dan sempat menghebohkan. Tabloid NOVA pernah menuliskannya di edisi Desember 1987.

--

Kisah Dewi, bayi usia 9 bulan yang "tak bertuan", mengingatkan kita pada kisah Nabi Sulaiman.

Suatu ketika nabi bijak ini dihadapkan kasus seorang bayi yang diperebutkan dua wanita yang sama-sama mengaku ibu kandung. Dan kisah itu berakhir bahagia karena begitu si bayi akan dibelah dua, ibu kandung yang asli berteriak dan merelakan anaknya diambil daripada harus dipotong.

Sampai hari ini, dua wanita yang mengaku ibu kandung Dewi, Ny. Kartini Suripno dan Ny. Nuraini Ambam Hidayat masih terus ribut memperebutkan Dewi. Dan masing-masing sudah membawa persoalan ini ke ahli untuk diselesaikan lewat jalur hukum.

Persoalan perebutan ini nampaknya makin seru, karena berdasar pemeriksaan darah yang dilakukan Markas Besar Palang Merah Indonesia, Dewi yang bergolongan darah AB tidak mungkin lahir baik dari rahim Kartini maupun Nuraini.

Cerita Ny. Kartini

Ditemui Sabtu kemarin di rumah petaknya yang sederhana berdinding triplek, Kartini dengan penuh semangat membeberkan kisah Dewi. Ibu tiga anak ini berbicara ditemani suaminya, Suripno, tanpa kehadiran Dewi karena yang bersangkutan ada di tangan Nuraini.

Hari Sabtu pukul 12.00, 28 Maret lalu, Kartini melahirkan bayi perempuan di Puskesmas Cilandak, Jakarta Selatan. Pada hari yang sama, hanya jamnya berbeda, lahir pula seorang bayi perempuan dari Nuraini.

"Lima jam setelah melahirkan, Nuraini mendatangi saya lalu ngobrol soal bayi yang baru lahir. la seperti memberi perhatian berlebih pada bayi saya," tutur Kartini.

Saat itu, lanjut Kartini, hatinya gelisah. Dan betul saja. Percakapan itu berakhir dengan ucapan Nuraini, bahwa Dewi adalah bayi Nuraini dan bukan lahir dari Kartini.

"Padahal saya yakin, Dewi itu bayi saya. Waktu suster Puskesmas memperlihatkan anak yang saya lahirkan, kupingnya lebar dan berambut tebal."

Tapi ketika pulang ke rumah, dua hari setelah melahirkan, bayi yang diberikan ke Kartini justru berambut tipis dan bertelinga kecil. "Hati saya tetap gelisah dan ragu. Naluri saya bilang, bayi itu bukan anak saya. Saya juga tak mau menyusui karena rasanya tak ada ikatan batin," lanjutnya.

"Saya tak tahan lagi untuk tidak mengembalikan ke Puskesmas. Saya tak merasa harus merawat anak yang bukan anak saya," kata istri pengemudi ini pada Nova.

Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved