Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Menurut Studi, Ingatan Masa Kecil Bisa Fiksi Semata

Penelitian menunjukkan ingatan paling awal yang dapat diingat orang terjadi sekitar usia tiga tahun.

Editor:
Ilustrasi 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Berapa usia Moms saat memori pertama terbentuk?

Penelitian menunjukkan ingatan paling awal yang dapat diingat orang terjadi sekitar usia tiga tahun.

"Sekitar usia ini ketika anak-anak mulai mengembangkan "rasa diri yang berbeda," untuk membedakan diri dari dunia luar," kata Julie Gurner, seorang dokter psikologi klinis yang berbasis di Philadelphia.

Tapi tidak jarang orang memiliki ingatan pertama yang tidak pernah terjadi menurut sebuah studi baru yang diterbitkan di Psychological Science.

Tim di balik penelitian ini termasuk peneliti dari City, University London, Universitas Bradford dan Nottingham Trent University.

Sebanyak 6.641 orang mengambil bagian dalam survei di mana mereka diminta untuk memberikan rincian tentang memori pertama mereka bersama dengan usia mereka pada saat itu.

Ditekankan bahwa ingatan itu harus menjadi salah satu yang pasti mereka ingat, dan harus menjadi sesuatu yang langsung mereka alami.

Tim peneliti kemudian memeriksa deskripsi memori paling awal dalam hal konten, bahasa, alam, dan detail.

Ditemukan bahwa lebih dari sepertiga responden mengaku memiliki kenangan dari usia dua atau lebih muda, sementara 893 orang mengaku memiliki kenangan dari usia satu atau lebih muda.

Berarti, ingatan ini tertanggal sekitar periode ketika ingatan tersebut terbentuk.

Kecenderungan ini juga diamati lebih banyak di antara orang dewasa setengah baya dan yang lebih tua karena 4 dari 10 kelompok ini memberikan "kenangan fiktif" untuk masa pertumbuhan mereka.

Para penulis percaya bahwa kenangan semacam itu mungkin didasarkan pada faktor-faktor lain.

Fragmen pengalaman awal (seperti kereta dorong, hubungan keluarga dan perasaan sedih) dapat dikombinasikan dengan akumulasi pengetahuan tentang masa kecil seseorang melalui percakapan atau gambar.

Aspek-aspek ini datang bersama dan membentuk semacam representasi dalam pikiran kita, bukan memori yang sebenarnya.

"Selain itu, rincian lebih lanjut mungkin tidak disimpulkan atau ditambahkan secara sadar," kata penulis pertama Dr. Shazia Akhtar, peneliti senior di Universitas Bradford.

Sumber: Nakita
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved