Kisah Tonaas Minahasa 'Lindungi' Presiden George Bush, Sesembahannya Cap Tikus dan Rokok
Kedatangan Presiden George Bush ke Indonesia pada 20 November 2006 silam memicu pro kontra.
Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Alexander Pattyranie
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Kedatangan Presiden George Bush ke Indonesia pada 20 November 2006 silam memicu pro kontra.
Pihak yang kontra mengancam akan menggagalkan kedatangan Bush dengan berbagai cara.
Salah satunya dengan santet.
Sementara Brigade Manguni, ormas adat di Minahasa, salah satu pihak yang pro, coba melindungi Bush dari santet.
Informasi yang dihimpun TribunManado.co.id dari sejumlah sumber, ritual melindungi Bush dilakukan dua kali di hari kedatangan Bush.
Pertama jam lima subuh di Watu Pinawetengan, Minahasa, Sulawesi Utara.
Kedua pada pukul 17.00 Wita, bersamaan dengan tibanya Bush di Jakarta.
Ritual dipimpin Tonaas Wangko BM Decky Maengkom serta diikuti para pemangku adat dan Tonaas Minahasa.
Ritual di pagi hari berlangsung tiga jam.
Sejumlah peristiwa aneh menyertainya seperti seekor burung Manguni yang terus menerus mengitari lokasi prosesi.
Dari ritual pagi itu, para tonaas mendapat petunjuk untuk melanjutkan ritual di Waruga Sawangan.
Dalam perjalanan ke Waruga, rombongan diguyur hujan deras.
Begitu tiba di Waruga, cuaca mendadak cerah.
Semua yang ikut serta prosesi itu terheran - heran.
Sebagian memahami jika itu simbol kemenangan terhadap kuasa jahat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/watu-pinawetengan-minahasa-sulawesi-utara_20180720_130901.jpg)