FIFA World Cup Rusia 2018
Rusia Menang Dua Kali
Beragam bayangan buruk soal Rusia muncul ketika saya mendapat tugas meliput Piala Dunia 2018. Dari masyarakat yang dingin
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
Laporan wartawan Tribun Deodatus Pradipto dari Rusia
TRIBUNMANADO.CO.ID - Beragam bayangan buruk soal Rusia muncul ketika saya mendapat tugas meliput Piala Dunia 2018. Dari masyarakat yang dingin, rasis, sampai ancaman teror karena posisi Rusia di peta politik dunia. Maklum, saya belum pernah ke Rusia dan banyak membaca soal Rusia dari media-media Barat.
Ternyata apa yang saya pikirkan soal Rusia selama ini tidak benar. Memang masih ada beberapa anggota masyarakat yang dingin, namun mereka tidak bersikap rasis, terutama kepada orang Asia dan Afrika. Setidaknya itu yang saya alami selama sebulan di Rusia.
Baltasar Lukem, SVD, seorang misionaris asal Mangggarai, Flores, di Saint Petersburg pernah mendapat serangan dari kelompok skinhead di Moskow.
Peristiwa itu terjadi pada awal tahun 2000. Namun demikian, Baltasar Lukem yang tinggal di Rusia sejak 1999 menilai masyarakat Rusia kini telah berubah dan kelompok-kelompok ekstremis seperti itu mulai menghilang.
Piala Dunia 2018 adalah momen di mana semua bangsa berkumpul di Rusia. Dari Eropa, Asia, Afrika, Amerika, dan Australia. Berbagai suku bangsa hadir di sini untuk sama-sama menikmati Piala Dunia, pesta sepak bola terbesar di dunia.
Selama ini pula saya tidak pernah melihat tindakan rasialis yang dialami oleh orang-orang dari Asia dan Afrika. Ini juga terjadi saat di stadion seperti saat saya menyaksikan pertandingan penyisihan grup antara Senegal dan Polandia di Stadion Spartak, Moskow.
"Selama di sini saya tidak pernah mengalami hal-hal seperti itu. Orang Rusia justru sangat baik kepada saya," ujar Philemon Yegon, seorang mahasiswa asal Kenya yang kuliah di Moskow.
Piala Dunia 2018 jadi momen yang pas bagi Rusia untuk mengubah citranya di mata dunia internasional. Banyak orang, terutama dari Dunia Barat, belum pernah datang ke Rusia sebelumnya. Sama seperti saya, mereka bahkan punya persepsi negatif soal Rusia.
"Sebelum ke sini saya punya pemikiran yang tidak bagus soal Rusia dan masyarakatnya. Ternyata apa yang dibilang orang lain selama ini tidak betul," ujar Herman, wisatawan asal Kolombia.
Satu hal yang paling mencolok dari Rusia adalah kebersihan. Kota-kota yang saya kunjungi seperti Moskow, Nizhny Novgorod, dan Saint Petersburg, sangat bersih. Saya membandingkan dengan kota Paris, Prancis yang cenderung kotor, terutama saat musim panas karena banyak wisatawan.
"Ini pertama kalinya saya ke Rusia. Saya melihat kota Moskow sangat bersih. Saya jadi segan untuk buang sampah sembarangan, tidak seperti di negara saya. Orang-orang di sini ternyata sangat menjaga kebersihan," kata Will, wisatawan asal Wales.
Saya meminjam istilah Zulfan Lindan, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, yang saya temui setelah pertandingan babak perempat final antara Uruguay dan Prancis di Nizhny Novgorod. Zulfan kala itu bilang Rusia menang dua kali lewat Piala Dunia 2018.
"Pertama mereka berhasil mengubah citranya. Kedua mereka mendapatkan devisa dari wisatawan-wisatawan yang datang, terutama untuk Piala Dunia," kata Zulfan.
Rusia tergolong sukses sebagai penyelenggara Piala Dunia 2018. Dari kacamata penggemar sepak bola yang datang, mereka mampu menyelenggarakan turnamen ini secara rapi, nyaman, dan aman. Masyarakat Rusia bahkan turut membantu menyukseskan turnamen ini. Caranya sederhana, yaitu bersikap lebih ramah dan belajar bahasa Inggris.
"Keamanan di sini sangat baik. Jauh lebih baik daripada di Afrika Selatan dan Brasil," ujar Hari Pandiono, seorang pencinta sepak bola asal Jakarta yang pernah ke Afrika Selatan dan Brasil untuk menyaksikan Piala Dunia.
Kini Piala Dunia 2018 telah berakhir. Empat tahun ke depan turnamen ini akan digelar di Qatar. FIFA telah memutuskan Piala Dunia 2022 akan digelar pada November sampai Desember karena bertepatan dengan musim dingin.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/para-pengunjung-fan-fest-kehujanan_20180716_083610.jpg)