Mengerucut! Ini 8 Kandidat Cawapres Prabowo, Salah Satunya Pendukung Setia Jokowi
Kandidat cawapres Prabowo berasal dari dalam dan luar partai politik yang hendak berkoalisi.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Ketua DPP Partai Gerindra Ahmad Riza Patria menyatakan kini kandidat cawapres pendamping ketua umumnya Prabowo Subianto semakin mengerucut.
Ia mengatakan kandidat cawapres Prabowo berasal dari dalam dan luar partai politik yang hendak berkoalisi.
Dari PKS, kandidat cawapres Prabowo tersisa dua nama yakni mantan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan dan Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al Jufri.
Sementara itu dari Demokrat menyodorkan nama Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Sedangkan dari luar partai, Gerindra mempertimbangkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo, dan pengusaha kawakan Chairul Tanjung.
"Itu nama-nama yang perlu mendapat pertimbangan," kata Riza di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (11/7/2018).
Selain itu, Gerindra juga mempertimbangkan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar untuk dipasangkan dengan Prabowo.
Seperti diketahui Cak Imin hingga saat masih berada di kubu Jokowi.
Cak Imin adalah pendukung Jokowi sejak 2014 lalu.
Riza menilai potensi itu masih terbuka lantaran Muhaimin belum mendeklarasikan dukungan resmi kepada Jokowi.
Riza menambahkan masing-masing kandidat cawapres Prabowo memiliki prestasi sehingga layak masuk nominasi.
"Kami optimistis Gerindra akan berkoalisi dengan PKS, akan berkoalisi dengan PAN, akan berkoalisi dengan Demokrat, akan berkoalisi dengan PBB dan bahkan kami optimis sangat mungkin berkoalisi dengan PKB," lanjut dia.
Mengerucut atau tambah banyak?
Syamsuddin Harris selaku analis politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) turut berkomentar terkait calon wakil presiden (cawapres) bagi Prabowo.
Hal itu diungkapkan Syamsuddin Harris melalui akun Twitter-nya, @sy_haris, Kamis (12/7/2018).
Ia mengatakan jika ketua DPP Gerindra, Ahmad Riza Patria mengatakan cawapres bagi Prabowo makin mengerucut menjadi 8 nama.
8 nama itu antara lain mantan Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan (Aher), Salim Segaf selaku ketua majelis syura PKS, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
Selanjutnya, Purnawirawan Gatot Nurmantyo, Chairul Tandjung, dan Muhaimin Iskandar (Cak Imin).