Dini Hari Vivi Antre di SMPN 1 Manado: Anak Wabup Bolsel Juga Ikut Tes
Sekolah unggulan selalu jadi rebutan. SMP Negeri 1 Manado, orangtua Orangtua siswa nekad subuh ke untuk mendaftarkan
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO – Sekolah unggulan selalu jadi rebutan. SMP Negeri 1 Manado, orangtua Orangtua siswa nekad subuh ke untuk mendaftarkan anak di sekolah ternama di Kota Manado itu.
Hilda Djakaria, warga Kampung Kodo, Manado, rela antre sejak subuh. “Aduh, cewek (anak) saya ini sebelum adzan subuh sudah datang dan antre di sini (SMP 1 Manado),” ujar Hilda kepada tribunmanado.co.id, Rabu (11/7/2018) siang.
Ia rela antre sejak subuh karena takut kecewa seperti dua hari lalu. “Saya sudah dari Senin datang ke sini tetap tak dapat nomor antrean. Nama saya tak dipanggil. Makanya tadi malam saya sudah bertekad untuk datang jam 4 di sini,” katanya.
Meski sudah menunggu beberapa jam, namanya tak kunjung dipanggil.
Vivian Tangkudung, warga Sumompo, Kecamatan Tuminting juga serupa. Ibu dua anak ini meninggalkan rumah pukul 02.00 untuk datang lebih awal ke SMPN 1. “Sejak semalam saya nggak bisa tidur. Makanya pas jam 2 malam, suami masih tidur saya pesan Go-Jek untuk datang ke sini,” ujar Vivian. Ia datang lebih awal setelah mengingat pernyataan dari pihak sekolah.
“Saya datang kemarin jam 8 pagi. Nah, sampai tutup pendaftaran nama saya tidak dipanggil. Terus dari pihak sekolah bilang, kalau mau namanya cepat dipanggil harus datang lebih awal. Soalnya para pengantre lain mereka datang sejak subuh,” ujar dia. Hingga kemarin siang, antrean panjang hingga ke depan gerbang sekolah masih terjadi.
Venjte Darotong, orangtua lainnya, tak kunjung dipanggil Panitia Penerimaan Siswa Baru SMPN 1. Ia pun harus menahan sakit maag. “Kasian eh Tuhan sudah kena maag, sudah muntah-muntah juga tapi nama saya dan anak saya belum dipanggil juga,” ucapnya di depan gerbang sekolah, Rabu siang.
Menurut Venjte, ia datang mengantre dengan para orangtua calon siswa lainnya sejak pukul 02.00. “Ini kami samua yang di belakang sudah dari jam 2,” ucap dia.
Kepala SMPN 1 Manado, Jeane Rey, menegaskan, sekolah tidak menyuruh para orangtua calon siswa untuk datang dini hari.
Panitia memang membuka pendaftaran sejak Senin (9/7/2018) pagi. “Kami buka pendaftaran itu jam 8 dan tutup sebelumnya jam 2 siang. Tapi dengan berbagai pertimbangan kami tutup pendaftaran nanti jam 6 sore,” kata dia kepada tribunmanado.co.id, Rabu kemarin.
“Jadi kalau ada orangtua yang datang jam 2 dini hari, saya tegaskan lagi itu bukan anjuran dari kami,” ujarnya.
Situasi berbeda di SMP Negeri Molibagu, Kecamatan Bolaang Uki, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel). Di sekolah itu terpantau sunyi pada Rabu kemarin. “Proses pendaftaran sudah selesai dilakukan pekan lalu, dan pada akhir pekan mereka (calon siswa) langsung mengikuti tes,” ujar Irham Ahmad, guru kelas.
Kata dia, sekolah memberikan batas kuota penerimaan siswa baru sebanyak 160 orang namun yang mendaftar masih di bawah angka itu. “Yang mendaftar sebanyak 150 orang dan mereka sudah lulus tes,” ujarnya.
Dia menjelaskan, pada penerimaan siswa baru pekan lalu pihaknya menerapkan sistem sonasi dan ada beberapa dari desa tetangga yang mendaftar. “Ada dari Salongo mereka datang dengan alasan masuk disini karena kemauan sendiri,” ujarnya.
Irham menjelaskan, proses pendaftaran gratis, tidak ada menitip anak pejabat untuk mendapatkan kelas yang bagus. “Ada anak wakil bupati yang mendaftar dan ikut tes seperti yang lain,” kata dia.
Pekan Depan Pengenalan Sekolah
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/pantau-anak_20180712_010041.jpg)