Breaking News
Senin, 13 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kisah Kapal Selam Indonesia RI Pasopati Berikan 'Syok Terapi' Kepada Angkatan Laut Malaysia

Semenjak selesainya konfrontasi antar kedua negara tahun 1966, Indonesia-Malaysia berusaha memperbaiki hubungan diplomatik yang sempat renggang.

Editor: Siti Nurjanah
ist
RI Pasopati 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Semenjak selesainya konfrontasi antar kedua negara tahun 1966, Indonesia-Malaysia berusaha memperbaiki hubungan diplomatik yang sempat renggang.

Salah satu cara untuk memperbaiki hubungan kedua negara ialah latihan atau patroli militer bersama.

Tahun 1974 Gugus Tempur Laut (Guspurla) TNI AL mendapat perintah dari Mabes TNI untuk menjalankan operasi pengamanan di Selat Malaka.

Operasi pengamanan itu layaknya patroli laut yang sudah biasa dilakukan oleh unsur kapal perang Indonesia di sana.

Tapi kali ini menjadi berbeda lantaran patroli pengamanan dilakukan bersama dengan Tentera Laut Diraja Malaysia (TLDM)/Angkatan Laut Malaysia.

Dalam Gugus Tempur yang dikirim TNI AL untuk patroli pengamanan selat Malaka terdapat satu unsur kapal selam, yakni RI Pasopati.

RI Pasopati saat itu dikomandani oleh Kapten (P) Soentoro, sedangkan komandan Guspurla dipegang oleh Laksamana Pertama Mardiono.

Lantas dilakukanlah perencanaan operasi antar TNI AL dan TLDM untuk pengamanan selat Malaka itu di Belawan, Medan.

Rencananya TNI AL dan TLDM akan berpatroli di teritori laut masing-masing yang terbagi dalam dua etape.

Kemudian keduanya akan berkumpul di suatu titik untuk berlayar bersama ke Penang, Malaysia (etape I)

Etape II sendiri hampir dilakukan sama dan kedua AL akan berlayar bersama menuju Sabang, Indonesia.

Namun dalam perencanaan operasi, pihak Malaysia tidak suka adanya unsur kapal selam (KS) Indonesia dalam operasi pengamanan tersebut.

"Untuk apa (kapal selam)...!? kata para perwira Malaysia.

Para perwira Malaysia khawatir jika KS Indonesia itu akan menyelinap masuk tak terdeteksi ke wilayah lautnya meningat TLDM tak punya kemampuan anti-kapal selam.

Dengan penolakan tidak etis itu komandan RI Pasopati, Kapten Soentoro marah dan ingin mencak-mencak kepada para perwira militer Malaysia.

Sumber: Grid.ID
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved