Sabtu, 25 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Jasadnya Diburu Bak Setan, Ini Kisah Misteri Kematian Martin Bormann Sekretaris Hitler

Pada tanggal 7 Desember pukul 12.30 Willi Stein menyentuh sesuatu yang keras dengan alat keruk hidraulisnya kira-kira

Editor:
Martin Bormann, sekretaris Hitler 

TRIBUNMANADO.CO.ID-27 Tahun pejabat-pejabat negara dan penggemar sensasi pemburu setan di seluruh dunia: sekretris Hitler Martin Bormannorang kedua paling berkuasa setelah Fuehrer.

Tahun 1965 majalah Stern pernah mengemukakan bahwa Bormann sudah meninggal bulan Mei 1945, dan di mana ia telah dikubur. Namun sayang mayatnya tidak ditemukan.

Biarpun demikian legenda mengenai Bormann terus berkembang subur. Katanya ia sudah menjadi mata-mata Rusia, ada lagi yang mengatakan dia lari ke Argentina dengan membawa seluruh harta kekayaan SS.

Menjelang akhir tahun 1972 tengkoraknya telah tergali, secara kebetulan, tak jauh dari tempat Stern menggali 7 tahun sebelumnya. Dokumentasi cerita ini dari Jochen von Lang.

Terhalang benda keras

Mandor gali Willi Stein dan pembantunya Jens Friese sedang melakukan pekerjaan rutin. Antara setasiun Lehrter dan jalan Invaliden di Berlin Maobit mereka membuat galian untuk saluran air leiding baru.

Namun sebelumnya mereka sudah dipesan: Kalau ada tulang belulang harap secepat mungkin menghubungi insinyur Manfred Schattke dari perusahaan pembangunan.

Pada tanggal 7 Desember pukul 12.30 Willi Stein menyentuh sesuatu yang keras dengan alat keruk hidraulisnya kira-kira pada kedalaman 1 meter.

Mula-mula mandor Stein mengira itu hanya pipa lama, tetapi ia segera minta bantuan pembantunya Friese yang menggali dengan sekop biasa. Ternyata tengkorak dan beberapa tulang belulang.

Stein segera teringat pesanan  yang aneh tadi dan berhenti menggali, untuk melaporkan penemuannya. Segera Insinyur Schattke memberi tahu kepala polisi Berlin Barat. Pukul 15.15 komisaris polisi Bland dengan komandan polisi Klaus Huebner muncul di tempat penggalian, tak jauh dari rumah mayat polisi kriminil.

Stein dan Friese heran ketika polisi datang untuk memotret tulang belulang itu. Bersama dengan rekannya Willi Harz mereka kemudian menggali tengkorak yang kedua. Letak kepalanya berlawanan dengan kepala mayat sebelumnya.

Para buruh akhirnya memasukkan penemuannya tersebut dalam keranjang plastik dan diserahkan ke rumah mayat melalui jendela. Pada salah satu tengkorak itu komisaris polisi Becker memasang label dengan tulisan : “Mayat nomer 24. Mungkin Bormann, Martin".

Ketika Jens Friese mengerti betapa pentingnya penemuannya ia meneguk isi sebuah botol bir,  “Saya kira dia di Amerika Selatan". Komentar Willi Harz, 65. “Nasib seorang pemimpin negara suatu hari kok bisa sampai begitu.”

Bahwa mereka betul-betul telah berhasil menemukan pembantu Hitler terdekat, Martin Bormann, setelah 27 tahun dicari-cari, waktu itu masih merupakan tanda tanya. Dugaan pertama ialah berdasarkan pada berita dalam majalah Stern tahun 1965.

Pohon, tiga lain

Halaman 1/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved