BPJS Kesehatan Gelar Eksekutif Front Liner, Pimpinan Turun langsung Layani Masyarakat
Acara dalam rangka merayakan HUT ke-50 BPJS kesehatan dan lebih dari empat tahun program JKN-KIS yang dikelola BPJS Kesehatan berjalan.
Penulis: Ryo_Noor | Editor: Alexander Pattyranie
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - BPJS Kesehatan menggelar ajang Eksekutif Front Liner.
Acara dalam rangka merayakan HUT ke-50 BPJS kesehatan dan lebih dari empat tahun program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang dikelola BPJS Kesehatan berjalan.
Eksekutif Front Liner merupakan ajang dimana peserta JKN-KIS mendapat pelayanan langsung dsribpara petinggi BPJS yakni para Direksi, Deputi Direksi Wilayah dan Kepala Cabang BPJS Kesehatan.
Deputi Direksi Wilayah Sulutenggomalut Lisa Nurena mengatakan, ajang ini merupakan wujud komitmen kami dalam menjaga dan mengoptimalkan mutu pelayanan kepada peserta JKN-KIS.
"Kepuasan dan loyalitas peserta menjadi prioritas kami. Untuk itu, ke depannya kami berharap para Duta BPJS Kesehatan makin terpacu untuk memaksimalkan layanan. Kualitas layanan tidak boleh stagnan karena ekspektasi peserta akan terus meningkat,” ujar dia usai melayani peserta JKN-KIS di Kantor Cabang Tondano, Minahasa, Sulawesi Utara, Kamis (05/07/3018).
Baca: HUT ke-50 BPJS Kesehatan Dapat Pelayanan Terbaik
Dalam kesempatan tersebut, para direksi dan senior leader BPJS Kesehatan menggantikan sementara tugas frontliner BPJS Kesehatan untuk memberikan pelayanan langsung kepada peserta JKN-KIS, maupun masyarakat umum yang mendatangi Kantor Cabang BPJS Kesehatan, khususnya di Loket Fast Track (Pelayanan Cepat).
“Berinteraksi dan melayani langsung peserta JKN-KIS tentu menjadi kesan tersendiri bagi kami. Tugas frontliner sebagai garda terdepan pelayanan peserta JKN-KIS di Kantor BPJS Kesehatan memiliki tantangan tersendiri,” ucap Nurena.
Menurut Nurena, jika dibandingkan dengan negara-negara lain yang menerapkan sistem jaminan sosial, pertumbuhan peserta program jaminan kesehatan di Indonesia terbilang amat pesat.
Jika hanya dalam waktu empat tahun, program JKN-KIS telah meng-cover hampir 80 persen dari total penduduk Indonesia.
Sebagai pembanding, negara yang menjalankan program jaminan sosial sejak lama seperti Jerman, sekitar 120 tahun, baru menanggulani 85 persen populasi penduduk.
Austria menjalankan selama 79 tahun dan meng-cover 99 persen populasi penduduk.
Sementara Jepang memerlukan waktu 36 tahun dan Belgia membutuhkan 118 tahun untuk mencakup 100 persen populasi penduduk.
“Saat ini program JKN-KIS telah menjadi program jaminan kesehatan terbesar di dunia, jika melihat jumlah kepesertaannya yang telah melampaui 198,8 juta dan dilaksanakan melalui pendekatan single payer institution," kata dia.
Jumlah ini lanjut Nurena akan terus bertambah hingga tercapai cita-cita Universal Health Coverage (UHC) alias Cakupan Kesehatan Semesta.
Nantinya seluruh penduduk Indonesia akan terlindungi oleh jaminan kesehatan JKN-KIS yang berkualitas dan berkesinambungan.
Oleh karenanya, semangat Duta BPJS Kesehatan untuk mengabdi pada negeri tak boleh surut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/pelayanan-bpjs-kesehatan_20180705_173534.jpg)