FIFA World Cup Russia 2018
Akhir Kutukan Inggris
Tim nasional Inggris akhirnya berhasil mengakhiri kutukan adu penalti di ajang Piala Dunia, setelah mereka menang
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
Laporan Wartawan Tribun Deodatus Pradipto dari Nizhny Novgorod
TRIBUNMANADO.CO.ID, MOSKOW - Tim nasional Inggris akhirnya berhasil mengakhiri kutukan adu penalti di ajang Piala Dunia, setelah mereka menang atas Kolombia pada babak 16 besar Piala Dunia 2018, Rabu (4/7) dini hari waktu Indonesia, di Stadion Spartak, Moskow, Rusia.
Ajang "tos-tosan' harus dilakukan setelah kedua tim bermain imbang 1-1 sepanjang 90 menit waktu normal berjalan. Angka masih sama kala laga memasuki babak tambahan waktu. Lantas, pertandingan harus diakhiri dengan drama adu penalti.
Di sini, Inggris mampu menuntaskan rasa penasaran mereka. Dari lima penembak Inggris yang dipilih manajer Gareth Southgate, hanya Jordan Henderson yang gagal menunaikan tugasnya dengan baik. Sedangkan di sisi Kolombia, dua dari lima penendang yang dipilih pelatih Jose Pekerman, gagal menaklukkan Jordan Pickford. Mereka adalah Mateus Uribe (terkena mistar gawang) dan Carlos Bacca (ditangkis Pickford).
Dalam catatan Opta, sejak 1998, ini adalah kali pertama kiper Inggris berhasil mengadang tendangan lawan saat adu penalti. "Saya mungkin masih muda, tapi saya memiliki mental kuat dan pengalaman," ucap Pickford kepada ESPN.
Dengan hasil ini, Inggris pun menang 4-3 saat adu penalti. Kemenangan yang ditanggapi suka cita oleh publik negeri Ratu Elizabeth, khususnya para pemain timnas mereka. Bukan hal yang mengherankan, karena Inggris mempunyai sejarah buruk saat harus menuntaskan laga lewat adu penalti. Sebelum kemenangan atas Kolombia ini, mereka belum pernah sekali pun menang lewat cara tersebut di Piala Dunia. Dari tiga pengalaman mereka sebelumnya, semuanya berakhir dengan kegagalan.
Pertama, kala menjalani babak semifinal Piala Dunia 1990 melawan Jerman (Jerman Barat), lalu 16 besar Piala Dunia 1998 kontra Argentina, dan terakhir perempat final Piala Dunia 2006 saat bersua Portugal. Bahkan, catatan itu semakin panjang bila memasukkan Piala Eropa sebagai ajang lainnya. Total, Inggris mencatat enam kekalahan dari tujuh laga adu penalti sejak tahun 1990.
Sebagai catatan, pada Piala Eropa 1996, Inggris memang sempat memenangi laga adu penalti melawan Spanyol di babak perempat final. Namun, di semifinal, mereka kalah dari Jerman lewat cara yang sama. "Para pemain telah menuliskan sejarah mereka sendiri. Dan saya tidak ingin pulang dahulu (kalah di pertandingan selanjutnya)," ucap Southgate dilansir The Guardian.
Secara keseluruhan, pertarungan antara Inggris kontra Kolombia dini hari kemarin berlangsung imbang. Tidak ada perbedaan berarti dalam semua kriteria pada catatan statistik: penguasaan bola, tendangan percobaan, hingga tendangan tepat sasaran. Inggris berhasil unggul terlebih dahulu lewat tendangan penalti Harry Kane pada menit ke-57. Kolombia kemudian membalasnya lewat cara yang dramatis. Saat memasuki menit ke-90+3, Yerry Mina berhasil menanduk bola sepak pojok Juan Cuadrado.
Bagi Kane, gol yang dicetak itu membuat namanya kini menjadi pencetak gol terbanyak sementara Piala Dunia 2018. Penyerang Tottenham Hotspur itu telah menorehkan enam gol dari tiga pertandingan yang ia ikuti.
Catatan Kane ini terbilang istimewa. Pasalnya, cuma sedikit pemain yang mampu mencetak lebih banyak gol pada tiga laga pertandingan putaran final Piala Dunia. Mereka adalah Sandor Kocsis (Hungaria/sembilan gol), Gerd Muller (Jerman/tujuh gol) and Guillermo Stabile (Argentina/tujuh gol).
Sebagai kapten, Kane sangat puas dengan capaiannya itu. Namun, menurutnya, ada satu hal yang lebih penting, tim Inggris semakin berkembang dari waktu ke waktu. "Kami membicarakan banyak hal soal menjadi tim tak berpengalaman dan diisi pemain muda. Meski demikian, kami banyak berkembang di lapangan," ucap Kane. Inggris, bersama Prancis, memang tim dengan materi termuda di fase gugur ini. Menurut Talksport, usia rata-rata pemain mereka 26 tahun.
Kini, Kane tengah memburu rekor legenda Inggris, Gary Lineker. Dalam dua Piala Dunia yang diikuti Lineker mampu mencetak total 10 gol--1986 (6 gol) dan 1990 (4 gol). Bahkan, bila Kane mampu membuat 1 gol lagi saja, ia akan menggusur posisi Lineker sebagai pencetak gol terbanyak Inggris dalam satu edisi Piala Dunia.
Peluang itu cukup terbuka, mengingat Inggris masih berpertualang di Rusia. Di babak perempat final, Three Lions akan menghadapi Swedia. Tim yang disebut terakhir ini mengalahkan Swiss dengan skor 1-0 di Stadion Saint Petersberg. Kedua tim akan bertemu di Stadion Samara Arena, Sabtu (7/7) malam.
Southgate mengakui Swedia lawan yang berat. Apa lagi Inggris juga punya rekor buruk melawan Swedia. Inggris hanya dua kali menang dari 15 pertemuan melawan Swedia. "Swedia tim yang sangat saya hormati. Kami tidak punya rekor bagus melawan mereka," katanya seperti dilansir Sky Sports. "Mereka (Swedia) punya sejumlah pemain bagus dan memiliki cara bermain yang jelas. Sangat susah bermain melawan mereka," lanjutnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/harry-kane_20180704_055416.jpg)