Minggu, 19 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kuis Kepribadian Kembali Jadi Biang Kebocoran Data Pengguna Facebook

Kali ini, aplikasi kuis lain di Facebook bernama "NameTests," diduga memiliki sistem keamanan yang lemah.

Editor: Aldi Ponge
Facebook 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Belum lama ini publik dikejutkan dengan skandal penyalahgunaan data pengguna Facebook yang dilakukan oleh aplikasi kuis Cambridge Analytica.

Namun ternyata, hal ini seolah hanya fenomena puncak gunung es.

Setelah isu tersebut mencuat Maret lalu, beberapa aplikasi kuis seperti "You Are What You Like" dan "myPersonality" juga mengoleksi data pengguna.

Kali ini, aplikasi kuis lain di Facebook bernama "NameTests," diduga memiliki sistem keamanan yang lemah.

Sebanyak 120 juta data pengguna Facebook terpapar secara terbuka dan bisa ditemukan oleh siapa saja yang bisa menemukannya.

Penemuan ini diungkapkan pertama kali oleh hacker putih alias "ethical hacker," Inti De Ceukelaire.

De Ceukelaire memaparkan jika kasus ini telah dilaporkan ke program Data Abuse Bounty, sebuah sayembara yang digelar Facebook untuk menemukan aplikasi pembocor data pengguna.

Karena tidak pernah mencoba kuis tersebut secara pribadi sebelumnya, mereka mencari aplikasi tersebut di akun teman yang telah menginstalnya.

Lantas, mereka melacak bagaimana data pengguna dikoleksi dari aplikasi tersebut.

Ternyata, informasi pengguna aplikasi NameTests diperoleh dari alamat URL website aplikasi tersebut.

Data akun teman yang mereka jadikan uji coba, terpampang di file JavaScript yang mudah saja diminta oleh situs lain untuk kepentingan tertentu.

Mereka mencontohkan seorang pengguna Facebook yang mengunjungi situs abal-abal dengan keamanan lemah.

Situs tersebut bisa meminta NameTests apakah pengunjung tersebut memiliki akun Facebook atau tidak.

Jika iya, situs abal-abal tadi berpotensi mengunduh sejumlah data dari pengguna tersebut.

Selain itu, NameTest juga menyediakan token akses yang bisa memungkinkan situs abal-abal terus menerus mengakses informasi pengguna selama dua bulan.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved