Minggu, 3 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kisah Penumpang Satu-satunya yang Selamat Usai Pesawatnya Jatuh dari Ketinggian 3.048 M

Selama akhir 1960-an hingga 1970-an, maskapai nasional Peru LANSA mendapat peringkat buruk karena beberapa kecelakaan

Tayang:
Editor: Aldi Ponge
thevintagenews.com
Juliane Koepcke, satu-satunya penumpang yang selamat dalam tragedi pesawat jatuh dari ketinggian 10.000 kaki di Peru.  

TRIBUNMANADO.CO.ID -- Selama akhir 1960-an hingga 1970-an, maskapai nasional Peru LANSA mendapat peringkat buruk karena beberapa kecelakaan yang menyebabkan kematian lebih dari 200 orang.

Pada 1966, Penerbangan LANSA 501 menabrak gunung.

Sebanyak 49 orang di dalamnya, termasuk enam awak, tewas.

Kurang dari empat tahun kemudian, Penerbangan LANSA 502 mengalami nasib yang sama.

Dari 100 orang di dalamnya, hanya ada satu orang yang selamat.

Maskapai ini mendapat reputasi yang semakin buruk, tetapi LANSA terus beroperasi karena menjadi moda transportasi utama dari satu kota ke kota lainnya di Peru.

Pada 24 Desember 1971, penerbangan LANSA 508, dijadwalkan dari Ibu Kota Lima ke Pucallpa di wilayah tengah negara itu.

Penerbangan itu membawa enam awak dan 86 penumpang.

Di antara penumpang ada dua warga Jerman, ahli ornitologi Maria Koepcke dan putrinya yang berusia 17 tahun, Juliana.

Mereka menuju ke Pucallpa untuk bertemu dengan sang suami, Hans-Wilhelm Koepcke, seorang ahli zoologi yang sedang melakukan penelitian di hutan Amazon.

Hanya 40 menit setelah take-off, pesawat kecil yang mereka tumpangi disambar badai petir.

Sambaran petir menghantam tangki bahan bakar, menyebabkan sayap kanan lepas dari lambung pesawat.

Semua orang di kapal tiba-tiba sadar, kecelakaan tak dapat dihindarkan lagi.

Pesawat itu turun mendadak dan mulai hancur karena semakin dekat ke tanah.

Halaman 1/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved