Proyeksi IHSG: Turun Terdalam di Asia
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) longsor. Kemarin, indeks saham ditutup melemah 2,08% dibanding posisi penutupan
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) longsor. Kemarin, indeks saham ditutup melemah 2,08% dibanding posisi penutupan sebelumnya ke level 5.667,32. Ini merupakan posisi penutupan terendah dalam 13 bulan terakhir.
IHSG bahkan sempat menyentuh level 5.661,01 pada perdagangan kemarin. IHSG juga menjadi indeks dengan kinerja terburuk di Asia.
IHSG melemah lantaran terseret pelemahan nilai tukar rupiah. "Faktornya rupiah terdepresiasi cukup dalam, hanya itu yang bisa menjelaskan kenapa indeks jatuh lebih dalam dibanding indeks regional lain," kata Alfred, Kamis (28/6). Kemarin, kurs spot rupiah merosot 1,66% menjadi Rp 14.394 per dollar Amerika Serikat (AS).
Juan Harahap, analis Artha Sekuritas, menuturkan, sentimen rapat petinggi Bank Indonesia juga menekan IHSG. Pelaku pasar masih wait and see kebijakan suku bunga BI.
Menurut Juan, pelemahan IHSG berpotensi berlanjut pada perdagangan hari ini. Pasalnya, secara teknikal, IHSG breakdown level support dengan candle penuh. Ia memprediksi IHSG bergerak dengan kisaran 5.608-5.733.
Sedang Alfred memperkirakan IHSG akan naik. Ia menganalisa IHSG akan bergerak antara 5.636-5.720. (Intan Nirmala Sari)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/ihsg_20180117_235840.jpg)