MIKA Tak Bagi Dividen

Manajemen PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA) memastikan tidak akan membagikan dividen tunai dari laba bersih

MIKA Tak Bagi Dividen
AFP
rupiah 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Manajemen PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA) memastikan tidak akan membagikan dividen tunai dari laba bersih tahun buku 2017 bagi pemegang saham.

Kebijakan ini diputuskan melalui rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) MIKA, pada Rabu (27/6).

MIKA akan menggunakan total laba bersih 2017 untuk memperluas bisnisnya. "Kami juga ada proses buyback saham, jadi tidak membagikan dividen tahun buku 2017," ungkap Investor Relations MIKA, Aditya Widjaja, kemarin.

MIKA berencana membeli kembali saham (buyback) sebanyak 727.54 juta saham atau 5% dari modal disetor. Sepanjang 2017, MIKA mencatatkan laba bersih

Rp 679,81 miliar, turun 2,25% year-on-year (yoy). Adapun pendapatannya meningkat 2,46% (yoy) menjadi Rp 2,50 triliun.
Hingga akhir tahun lalu, MIKA sudah memiliki 12 rumahsakit dengan total kapasitas 2.250 tempat tidur.

Demi memperluas jaringannya, MIKA telah membuka satu rumahsakit baru di Gading Serpong, yang beroperasi pada 4 juni lalu. Kini rumahsakit MIKA mencapai 13 unit. Di akhir tahun nanti, MIKA akan membuka satu lagi rumahsakit di kawasan Bintaro.

LCKM Bagikan Dividen Rp 1 Miliar

Perusahaan penyelenggara jaringan telekomunikasi PT LCK Global Kedaton Tbk (LCKM) akan membagikan dividen tahun buku 2017. Hal ini berdasarkan keputusan rapat umum pemegang saham tahunan LCKM, kemarin.

Direktur Utama LCKM Lim Kah Hock mengatakan, laba bersih yang diperoleh pada tahun lalu mencapai Rp 5,21 miliar. "Kami membagikan dividen kepada pemegang saham dari laba bersih yang didapatkan tahun lalu, yaitu sejumlah Rp 1 miliar atau setara dengan Rp 1 per saham," ungkap Lim di Jakarta, Rabu (27/6).

Mengacu harga saham kemarin di posisi Rp 442 per saham, maka dividen ini memberikan imbal hasil (yield) sebesar 0,23%.

Selain membagikan dividen, LCKM akan menggunakan Rp 50 juta dari laba bersih 2017 untuk tunjangan atau honorarium bagi anggota dewan komisaris. Adapun sisa laba bersih setelah dikurangi total dividen dan tunjangan, akan digunakan sebagai modal kerja, atau dicatatkan sebagai laba ditahan, yaitu sejumlah Rp 4,16 miliar.

Tahun ini, LCKM membidik pendapatan tumbuh 20% jadi Rp 91,34 miliar. Hingga akhir 2018, LCKM menargetkan jumlah mitra bertambah menjadi 12-14 mitra. (Muhammad Sauqi Dzikri/Willem Kurniawan Lombu)

Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved