BMTR Berencana Gelar Private Placement
PT Global Mediacom Tbk (BMTR) berniat menggaet investor strategis. Ini dilakukan leat penambahan modal tanpa hak memesan
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - PT Global Mediacom Tbk (BMTR) berniat menggaet investor strategis. Ini dilakukan leat penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) alias private placement.
"Investor-investor strategis itu sebenarnya sudah kenal kami dengan baik, sehingga kami bisa cepat mencapai kesepakatan soal private placement," ungkap Direktur BMTR Oerianto Guyadi, usai rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) dan rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB), kemarin.
BMTR menargetkan peningkatan modal sebesar 40%, yang terdiri dari 20% saham baru dan 20% saham lama. Namun, manajemen belum menetapkan harga pelaksanaan private placement.
"Besar target private placement masih bisa berubah, tergantung hasil diskusi dengan investor strategis," ujar Oerianto.
Mengutip siaran pers, BMTR juga berencana menjual sebagian saham PT MNC Vision Networks (MVN). Jumlah saham yang dilepas maksimal 1.135.889.864 saham, atau 8% dari keseluruhan modal yang telah ditempatkan dan disetor penuh dalam perseroan.
Manajemen BMTR akan menggunakan dana dari hasil private placement untuk memperkuat modal kerja dan tambahan investasi di anak usaha, serta melunasi utang.
Pada tahun ini, BMTR menargetkan pendapatan dan laba bersih naik sekitar 8% hingga 10%. "Sama seperti MNCN, tahun ini BMTR menargetkan pendapatan dan laba bersih tumbuh sebesar 8%-10%", kata Direktur sekaligus Investor Relations BMTR, David Fernando Audy saat konferensi pers, Rabu (27/6).
Tahun lalu, BMTR membukukan pendapatan Rp 10,83 triliun, naik 3,54% dari posisi 2016 sebesar Rp 10,46 triliun. Sedangkan laba bersih 2017 sebesar Rp 493,83 miliar atau melesat 142,19% dari tahun sebelumnya.
Dengan proyeksi pertumbuhan sekitar 8%-10%, maka BMTR membidik pendapatan tahun ini berkisar Rp 11,69 triliun hingga Rp 11,91 triliun. Sedangkan laba bersih diperkirakan Rp 533 miliar hingga Rp 543 miliar.
Harga saham BMTR kemarin ditutup melorot 4,39% menjadi Rp 545 per saham. Sejak awal tahun, harganya sudah menyusut 7,63%. (Krisantus de Rosari Binsasi)