Belum Ada Penemuan Antibiotik Terbaru, Masyarakat Harus Bijak Gunakan Antibiotik
Kongres ke-5 One Health di Saskatoon Kanada berakhir pada 25 Juni waktu setempat.
Penulis: Finneke | Editor: Aldi Ponge
Terjadi banyak seleksi dalam penemuan antibiotika ini, namun hanya satu yang akan lolos.
Kemudian peneliti harus mematenkan itu. Dengan proses panjang dan menguras tersebut, itu menjadi alasan kenapa antibiotik yang sampai di pasaran mahal.
Di rumah sakit di Indonesia sering mendapat kasus infeksi bakteri yang resisten terhadap antibiotika. Bakter tersebut hanya sensitif pada antibiotika yang harganya bisa mencapai Rp 600 ribu per tablet.
Sehingga rumah sakit menekan angka penggunaannya dan hanya digunakan di ruang ICU.
Bahkan rumah sakit sampai harus mendatangkan obat dari luar negeri seperti Singapura. Administrasinya pun tak mudah, karena harus melewati administrasi khusus.
"Bayangkan kalau pasien sudah kritis dan harus menunggu proses berhari-hari. Waktu berharganya kan hilang," ucapnya.
Indonesia sebenarnya telah mengeluarkan aturan tentang pelarangan penggunaan antibiotik untuk memacu pertumbuhan pada ayam ternak.
Aturan itu keluar pada 1 Januari 2018. Namun pelaksanaannya belum maksimal.
"Harus ada sosialisasi berkesinambungan, karena mengubah pola perilaku penggunaan antibiotik pada masyarakat bukan hal mudah," jelasnya.
Penggunaan antibiotik yang tak bijak, bisa menyebabkan resistensi antimikroba dalam tubuh. Mikroorganisme berupa bakteri akan menjadi kebal terhadap antibiotik.
Resistansi antimikroba dapat mengancam kemampuan tubuh dalam mengobati penyakit sehingga mengakibatkan kecacatan bahkan kematian.
Jika tubuh sudah kebal terhadap antimikroba, ragam prosedur medis seperti transplantasi organ, kemoterapi, pengobatan diabetes, dan operasi besar menjadi sangat berisiko. Efek dari kondisi ini, pasien harus menanggung perawatan yang lebih lama dan mahal. Bahkan bisa berujung kematian.
Indonesia ikut serta dalam The 5th International One Health Congress di Sakatoon, Kanada yang berlangsung 22 - 25 Juni 2018. Food and Agriculture Organization of United Nation (FAO) Emergency Centre for Transboundary Animal Disease (ECTAD) dan Direktorat Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian membawa isu One Health dan Penggunaan Antibiotik (AMU) dalam bentuk poster. (fin)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/finneke-wolajan_20180627_204736.jpg)