7 Perbatasan Negara yang Paling Berbahaya di Dunia, Ada yang Jadi Tempat Pembantaian
Secara historis, persaingan dari kondisi seperti itu telah membuat perbatasan menjadi sangat tidak bersahabat dan tidak aman.
Pada 2016, pasukan Yaman menembakkan 70 rudal dan mortir yang menewaskan 10 tentara Saudi.
Pada 2017, pemberontak Houthi yang didukung Iran meluncurkan rudal yang menyerang Riyadh.
Ribuan nyawa telah hilang karena konflik perbatasan antara kedua negara.
2. Sudan dan Sudan Selatan
Hubungan antara Sudan dan Sudan Selatan telah terjadi sejak awal.
Heglig Crisis adalah perselisihan paling terkenal di antara keduanya.
Sudan Selatan berbagi perbatasan 1.937 km dengan Sudan.
Sebelum Krisis Heglig, Sudan Selatan memperoleh kemerdekaannya dari Sudan pada 2011.
Pada 2005, keduanya menandatangani perjanjian damai yang mengakhiri perang saudara kedua di Sudan.
Perjanjian itu tidak berlangsung lama.
Pada 2012, kedua negara saling berperang satu sama laind alam apa yang dikenal sebagai Heglig Crisis.
Krisis membuat jutaan orang kehilangan tempat tinggal dan mengungsi.
Beberapa orang kehilangan nyawa mereka.
Setelah krisis pada 2013, Sudan Selatan melakukan perang saudara sendiri.
Saat ini, wilayah perbatasan sangat tidak dapat diprediksi dan tidak stabil karena berbagai alasan, kekerasan masa lalu dan hubungan antara kedua negara.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/ist_20180627_175537.jpg)