Rabu, 15 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Video Viral! Pembaca Berita Menangis On Air Bacakan Keputusan Trump

Seorang pembaca berita sebuah stasiun televisi Amerika Serikat (AS) begitu emosional saat membacakan kebijakan imigrasi Trump

Editor:
MSNBC via Daily Mirror
Pembaca berita MSNBC, Rachel Maddow, emosional dan menangis ketika membacakan kebijakan imigrasi Presiden Donald Trump. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Seorang pembaca berita sebuah stasiun televisi Amerika Serikat (AS) begitu emosional saat membacakan kebijakan imigrasi Presiden Donald Trump.

Dilansir Daily Mirror Rabu (20/6/2018), awalnya Rachel Maddow dari MSNBCmembacakan berita yang baru masuk dari Associated Press.

Dia langsung terkejut ketika melihat bahwa berita tersebut adalah kebijakan imigrasi Trump memisahkan anak-anak imigran gelap dari orangtuanya.

Anak-anak itu ditempatkan di kamp penampungan "usia muda" yang terletak di Combes, Raymondville, dan Brownsville di Texas Selatan.

"Wow, ini sangat menakjubkan," kata Maddow sambil tercekat. Dia sempat terdiam sebelum mencoba membacakan keputusan pemisahan migran anak tersebut.

"Pemerintahan Trump baru saja mengirim bayi dan anak-anak ke Texas Selatan," ujar Maddow sebelum dia kembali terdiam dan terlihat emosional.

Dia lalu meminta kepada produser untuk menayangkan gambar. Namun, karena tidak ada, dia mencoba membacanya sebelum kembali terdiam.

Akhirnya, terbata-bata karena menahan tangis, Maddow memutuskan untuk menyudahi acara program yang dipandunya itu lebih awal.

Penyiar berusia 45 tahun asal California itu kemudian meminta maaf atas aksi emosionalnya melalui kicauan di Twitter.

"Adalah pekerjaan saya untuk membacakannya di televisi. Namun, saya tidak sanggup untuk membacanya. Sekali saya minta maaf," katanya.

Sebagai gantinya, dia lalu membagikan berita yang seharusnya hendak dibacanya melalui enam kicauan. Dikatakan bahwa AS telah memisahkan anak-anak dari orangtua mereka di perbatasan.

Kuasa hukum dan penyedia layanan kesehatan yang mengunjungi tiga tempat penampungan itu berkata bahwa ruang bermain bagi anak pra-sekolah berada dalam kondisi "krisis".

Washington dilaporkan juga berencana untuk membangun pusat penampungan keempat di Houston yang membuat wali kotanya, Sylvester Turner, angkat bicara.

"Saya tidak ingin ada fasilitas pemisah anak-anak dari orangtua di kota ini. Saya telah mengucapkannya dengan jelas," tegas Turner.

Sebelumnya pada 7 Mei lalu, Jaksa Agung Jeff Sessions mengumumkan kebijakan "toleransi nol" sebagai tindakan yang lebih keras.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved