Breaking News
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

FIFA World Cup Russia 2018

Terima Kasih Yevgeny

Moskow, ibu kota Rusia, punya citra buruk sebagai suatu destinasi wisata populer di dunia. Masyarakatnya terkenal dingin

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
FIRZIE A. IDRIS/BOLASPORT.COM
Stadion Luzhniki, panggung pembuka Piala Dunia 2018 di Kota Moskow, Rusia. 

"Kamu dari mana," tanya pria itu kepada saya. Saya jawab saya berasal dari Indonesia. "Apakah tim Indonesia bermain di Moskow," tanya dia lagi. Tentu saja saya jawab tidak karena konteks pertanyaannya adalah Piala Dunia 2018.

Setelah tahu asal saya, dia kemudian bercerita banyak temannya yang pernah berlibur ke Bali. Dia bilang hanya Bali yang terkenal dari Indonesia.

"Nama saya Yevgeny," jawab dia setelah saya menanyakan nama dan mengucapkan terima kasih kepada dia.

Piala Dunia 2018 telah bergulir sejak beberapa hari lalu. Namun demikian, para pendukung dari berbagai negara terus berdatangan ke Rusia. Setidaknya hal ini saya lihat sejak transit di Doha, Qatar sampai tiba di Moskow.

Dalam penerbangan dari Doha ke Moskow, saya satu pesawat dengan beberapa pendukung kesebelasan partisipan Piala Dunia 2018. Misalnya Nigeria, Mesir, Australia, dan Brasil. Di bandara dan stasiun kereta saya bahkan bertemu pendukung Kolombia, Argentina, dan Peru. Mereka dapat dikenali dari seragam replika tim nasional yang mereka kenakan.

"Saya dukung Nigeria dan Brasil. Saya bahkan bawa seragam Brasil," kata seorang pria asal Nigeria yang mengenakan seragam tim nasional Nigeria kepada saya saat antre imigrasi di Bandara Domodedovo.(Tribunnews/deo)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved