Breaking News
Selasa, 14 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Tradisi Binarundak di Kotamobagu, Agung Sebut Jadi Wisata Kuliner

Warga Kotamobagu, Sulawesi Utara, mengelar tradisi Binarundak atau tradisi bakar nasi bambu massal, di Motoboi Besar, Kotamobagu, Senin (18/6/2018).

Penulis: | Editor: Alexander Pattyranie
TRIBUN MANADO/VENDI LERA
Warga Kotamobagu, Sulawesi Utara, di Motoboi Besar menyiapkan binarundak (nasi bambu). 

TRIBUNMANADO.CO.ID, KOTAMOBAGU - Warga Kotamobagu, Sulawesi Utara, mengelar tradisi Binarundak atau tradisi bakar nasi bambu massal, di Motoboi Besar, Kotamobagu, Senin (18/6/2018).

Tradisi ini biasanya digelar tiga hari setelah perayaan Idulfitri oleh warga Bolmong.

Tradisi ini terus dijaga sampai hari ini.

Mereka berkumpul bersama ratusan perantau lainnya, kemudian melaksanakan tradisi tersebut.

Warga yang menggelar tradisi ini bisa mencapai ratusan orang bahkan ribuan.

Nasi jaha dibakar sepanjang jalan depan rumah mereka atau di lapangan terbuka.

Kegiatan ini pun menjadi ajang silaturahmi dan ajang reuni bagi para perantau dengan sahabat lama, setelah sekian lama berpisah.

Tradisi Binarundak adalah tradisi yang sengaja dibuat warga yang pulang mudik dari rantau seperti Jawa, Sumatera, Kalimantan ataupun dari beberapa daerah lainnya di Sulawesi dan Maluku.

Selain jadi puncak perayaan Idulfitri, tradisi ini juga merupakan ajang bermaaf-maafan sebelum pemudik kembali ke tanah perantauan.

Di puncak acara, nasi jaha yang sudah matang, kemudian dinikmati beramai-ramai bersama warga lainnya dengan diiringi tabuhan musik rebana serta alunan syair-syair pujian serta doa syukur.

"Kegiatan ini saya lakukan tiap tahun sekali, dengan mengundang teman-teman datang ke rumah," ujar Gito Mokoagow, warga Motoboi, Senin (18/6/2018).

Kata dia, selain itu mempererat kerabatan dan persaudaraan antar warga Kotamobagu, baik umat muslim maupun non muslim.

Serta menjadi ajang wisata kuliner.

Prosesi pembakaran dimulai sejak pagi itu dihadiri Pemerintah Kota Kotamobagu.

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Kotamobagu sendiri menjadikan agenda ini sebagai destinasi wisata dan kuliner setiap tahun.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved